MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 17 Oktober 2019 15:17
Dari Penjaga Sekolah, sampai Mencalonkan Diri Jadi Cawabup Kotim

Lebih Dekat dengan ASN yang Masuk Bursa Pilkada Kotim (2)

DARI NOL: Redy Setiawan (tengah) ikut bertarung dalam Pilkada Kotim dengan mengikuti penjaringan partai sebagai bakal calon wakil bupati.( IST/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, Redy Setiawan tak ingin ketinggalan bersaing dalam Pilkada Kotim 2020. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kotim itu ikut menjajakan dirinya secara terbuka ke partai politik sebagai bakal calon wakil bupati Kotim.

YUNI PRATIWI, Sampit

Nama Redy Setiawan ikut jadi sorotan setelah dia mengambil langkah politik dengan mendaftarkan diri sebagai bakal cawabup dalam penjaringan yang dibuka DPC PDIP Kotim. Dia mengaku mantap masuk arena pertarungan pilkada.

”Saya serius dan siap mengikuti aturan dan mekanisme partai. Sampai hari ini masih mendaftar pada satu partai, PDIP,” tuturnya, Rabu (16/10).

Redy mengaku punya pengalaman panjang sebagai birokrat yang bisa menjadi modalnya memimpin Kotim apabila terpilih nanti. Suami Lily Ilas ini mengawali karier PNS-nya sejak tahun 1981 dari golongan 1/C sebagai seorang penjaga sekolah di SMP 1 Kuala Kapuas. Selain itu, dia juga pernah menjadi sopir dan ajudan Kakanwil P dan K Provinsi Kalteng.

”Saat itu saya sambil kuliah di STIH Tambun Bungai,” ujarnya.

Medio 1990, tepatnya saat pangkatnya golongan III/A, Redy bertugas di Kandepdikbud Cam Mentaya Hulu. Lalu, 1993 pindah lagi Kandepdikbud Cam Kotabes. Pada 1996, dia berkarier di  Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Kotim. Selang beberapa tahun kemudian, sekitar tahun 1997, Redy dimutasi ke Dinas Pariwisata Kotim.

Bapak enam anak ini juga pernah menjabat Kasubag Protokol Humas sekitar tahun 1998. Banyak pengalaman yang ia peroleh saat mengemban amanah itu. Dia banyak belajar berkomunikasi dengan  jurnalis.

”Kalau dengan masyarakat tidak perlu belajar, karena saya memang dari akar rumput. Hidup dengan penuh perjuangan meniti dari nol,” ujarnya.

Semua itu dilalui Redy dengan bersusah payah. Terlebih saat ayahnya meninggal ketika dia masih berusia 11 tahun. Untuk menempuh pendidikan sekolah, Redy harus ikut orang lain dan hidup selalu berpindah. Namun, itu dijalaninya dengan penuh raya syukur, karena menurutnya sebuah perjuangan yang harus terus dijalani.

”Semua pekerjaan pasti ada tantangan dan ada pengharapannya,” kata pria kelahiran Kandan 19 Desember 1959 ini.

Saat tragedi konflik Sampit tahun 2001, lanjut Redy, dia aktif di lapangan tergabung dalam tim evakuasi korban kerusuhan. Setelah tragedi itu, dia diangkat sebagai Camat Kamipang  sampai wilayah itu dimekarkan menjadi Kabupaten Katingan.

Redy pindah tugas lagi ke Kecamatan Parenggean, memimpin wilayah itu sekitar tahun 2002. ”Waktu itu bersama tokoh masyarakat dan pengusaha, salah satunya Supian Hadi (Bupati Kotim) bahu membahu membangun Desa Parenggean menjadi kelurahan dan membina masyarakat transmigrasi,” kenangnya.

Tahun 2006 hingga 2008, Redy menjabat sebagai Kabag Pemdes membidani pemekaran desa dari 136 menjadi 186, dari 11 kelurahan menjadi 17 kelurahan, dan berjuang dalam pengangkatan sekretaris desa (sekdes) jadi PNS. Dalam ingatannya, waktu itu ada sekitar 119 sekdes yang memenuhi syarat  menjadi PNS.

Redy tergolong supel dan mudah bergaul, sehingga dia dekat dengan masyarakat desa. Apalagi dia tak pernah membeda-bedakan warga. Redy mengaku senang berhubungan langsung dengan masyarakat dan mendatangi setiap lapak pedagang, mendengar keluhan mereka.

Tahun 2008 hingga 2009, Redy dipercaya sebagai Kabid Fasilitasi Promosi Dinas Koperasi UMKM Kotim. Kariernya terus menanjak hingga 1 Oktober 2018, dia dimutasi sebagai Kadis Peradagangan dan Perindustrian dengan tugas khusus penertiban pasar se-Kotim.

Sejumlah pasar berhasil ditangani, seperti Pasar Samuda, Pasar Pundu, Pasar Sebabi, Pasar Ikan Mentaya, PPM, Pujasera, hingga penertiban PKL Habaring Hurung, penertiban PKL Jalan  A Yani, dan pemanfaatan kawasan jelawat.

”Yang belum Pasar Mentaya, Pasar Mangkikit, dan Pasar eks Mentaya Theater,” tuturnya.

Redy mengaku tak mudah menertibakan pasar atau PKL di Kotim. Semua diwarnai pro dan kontra, apalagi berhubungan dengan mata pencaharian warga.

Redy yang akan purna tugas pada 19 Desember 2019 ini merasa keberhasilan itu berkat karunia Tuhan melalui orang yang berada di dekatnya, seperti pimpinan yang selalu mengayomi, teman-teman yang membantu mendorong dan memberi kritik yang  membangun.

”Terutama teman-teman pers. Saya besar karena mereka dan bisa juga kecil karena mereka,” ujar pria yang hobi membaca, olahraga, dan mendengarkan musik ini.

Baginya, kerja sama dengan semua orang adalah senjata ampuh untuk menaklukan tantangan. Prinsip hidupnya adalah tidak ada yang mustahil bila Tuhan berkenan. Semua akan datang membantu karena Tuhan menjadikan sesuatu akan indah pada waktunya.

Redy tak hanya aktif dalam urusan pemerintahan. Dia juga aktif dalam kegiatan di gereja, sebagai wakil ketua perwakilan Sinode GKE wilayah Kotim, juga sebagai pelayan bidang sosial gereja, termasuk pembina Pesparawi Kotim. Di organisaasi masyarakat (ormas), Redy bertindak sebagai penasihat DAD (Dewan Adat Dayak), sekretaris LMMDDK KT Kotim, penasihat Fordayak, dan penasihat warga Kaharum (Kahayan, Kapuas, Rungan dan Manuhing).

Redy yakin dan optimistis maju sebagai calon wakil bupati Kotim, karena ingin berbuat  banyak untuk Kotim dan ingin menyajikan pengabdian terbaik dalam hidupnya untuk Bumi Habaring Hurung.

Redy mengaku terdorong maju karena ingin memanfaatkan pengalaman dan ilmu yang dia miliki. Redy menyadari Kotim mengalami kemajuan yang begitu pesat. ”Mudahan kalau terpilih bisa membuat jadi lebih bagus lagi,” harapnya. (***/bersambung/ign)


BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 22:17

Dishub Diminta Tambah Traffic Light

<p><strong>PALANGKA RAYA</strong> &ndash; DPRD Kota Palangka Raya menilai sejauh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*