MANAGED BY:
SABTU
15 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Jumat, 03 Juli 2020 15:21
AWAS!!! Tolak Rapid Test Bisa Dipidana
CEGAH VIRUS: Kepolisian bersama TNI saat menggelar rapid test massal di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, belum lama ini.(Dok.Radar Palangka)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA – Adanya masyarakat di Kota Palangka Raya yang menolak mengikuti rapid test menjadi perhatian pemerintah setempat. Selain menghambat penanganan pencegahan penularan Covid-19, sikap tersebut bisa dianggap suatu pelanggaran undang-undang.

Seperti diutarakan juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, Supriyanto, warga  yang menolak rapid test bisa disangkakan melanggar Undang-Undang RI Nomor 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Undang-Undang RI Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Aturan ini menjadi dasar penerapan sanksi pidana penjara dan denda uang bagi yang melanggar. Terlebih bisa dikategorikan sengaja menghalangi dan terhalangnya  pelaksanaan penanggulangan wabah.

Diterangkannya, sanksi sebagaimana diatur dalam aturan itu  diancam dengan pidana penjara selama-lamanya satu tahun dan atau denda setinggi-tingginya Rp 1 juta. Juga ancaman selama-lamanya 6 bulan penjara dan atau denda setinggi-tingginya Rp 500 ribu. Bahkan pidana penjara paling lama satu tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta,  jika diterapkan Undang-Undang RI Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

 ”Pemerintah bisa saja menerapkan aturan hukum dengan saksi seperti itu, sebab penolakan itu termasuk menghalang halangi. Hanya saja pemerintah tidak menerapkan hal itu. Langkah ini sebenarnya untuk masyarakat,  agar kita semua bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di zona merah,” ujarnya, Kamis (2/7).

 Supriyanto menegaskan, tim yang melakukan rapid test akan berlaku secara profesional sesuai hasil pemeriksaan,  dan tidak mengada-ngada. Hal ini mengingat pemerintah punya kewajiban melindungi dan mengatur masyarakat, apapun yang terjadi.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers