MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 23 Juli 2020 15:17
Kasus Penganiaya Petugas Covid-19
Polisi Periksa Lima Calon Tersangka, Rumah Sakit Belum Terbuka
DIPERIKSA INTENSIF: Lima terduga pelaku pemukulan terhadap petugas pemakaman Covid-19 masih diperiksa secara intensif oleh Polres Palangka Raya.(DODI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA – Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kota Palangka Raya belum mau terbuka memberikan penjelasan terkait tudingan keluarga pasien yang disebut suspect Covid-19, almarhumah Hartini Dewi. Manajemen rumah sakit terkesan tertutup dan tak bergeming saat dikonfirmasi wartawan untuk memperjelas peristiwa yang menyita perhatian publik itu.

Saat dikonfirmasi terkait permintaan suami dan keluarga besar almarhumah Hartini Dewi mengenai hasil tes usap akan diberikan, pihak RSI Muhammadiyah Palangka Raya juga tak bergeming. ”Maaf mas, saat ini saya belum bisa menyampaikan apa pun," kata Humas RSI PKU Muhammadiyah Kota Palangka Raya, Rini, saat dihubungi wartawan melalui WhatsApp, Rabu (22/7) seperti dikutip dari Antara.

Dihubungi terpisah, suami almarhumah, Sutikno (60), mengatakan, pihaknya masih mempertanyakan hasil tes usap istrinya. Sebab, awal mula terjadinya dugaan penganiayaan di TPU Km 12 Palangka Raya, karena istrinya dikuburkan di lokasi khusus pemakaman jenazah positif Covid-19, bukan di tempat umum.

”Kami meminta kejelasan status. Meminta hasilnya swab, meninggal karena apa? Harusnya harus ada hasil, bukan asal tunjuk saja,” tegasnya.

Dia memastikan dirinya dan seluruh keluarga besar sama sekali tidak mempermasalahkan pemakaman yang dilakukan dengan standar Covid-19. Pihaknya hanya protes karena tempat pemakaman almarhumah istrinya di kawasan khusus pasien yang meninggal karena positif Covid-19.

Sutikno juga tak mau mempermasalahkan panjang lebar insiden pemukulan yang dilakukan adik ipar serta sanak keluarganya di lokasi pemakaman. ”Pihak keluarga mempertanggungjawabkan perbuatannya yang kini akan berurusan dengan hukum. Semoga kasus seperti ini tidak akan terjadi lagi kepada masyarakat lain dan ini menjadi pelajaran bagi kita semua ke depannya," katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers