SAMPIT – Kegelisahan Sri Hartini (47) kian menjadi. Putranya, Ari Susanto (19), tak memberi kabar hingga menjelang pagi, Minggu (27/5). Sri yang berusaha menghubungi sejak pukul 23.00, tak mendapat jawaban. Teleponnya tak direspons buah hatinya.
Sabtu (26/5) malam lalu, anaknya meminta izin padanya. Ari berniat menonton siaran pertandingan sepak bola bersama teman-temannya; laga final Liga Champion antara Real Madrid melawan Liverpool.
”Dia pamit ngomong baik-baik, mau pergi nobar (nonton bareng) bersama teman-temannya. Dia menggunakan sepeda motor, seorang diri menuju lokasi nobar,” katanya.
Awalnya Sri menghubungi satu jam sebelum pergantian hari. Dia hanya disambut nada sambung suara telepon. Saat itu Sri tak terlalu curiga meski anaknya tak merespons panggilannya. Selanjutnya, memasuki waktu sahur, sekitar pukul 02.00, Sri kembali menghubungi. Namun, lagi-lagi anaknya tak merespons.
”Saya coba lagi telepon sekitar pukul 08.00 WIB. Handphonenya masih saja aktif, tapi tidak dijawabnya. Kemudian, saya hubungi lagi sekitar pukul 11.00 WIB, nomornya dalam keadaan tidak aktif,” tuturnya.
Sri semakin galau karena tak ada kabar sama sekali dari anaknya. Hal itu di luar kebiasaan anaknya. Naluri keibuan Sri, mendorongnya untuk terus bergerak mencari tahu keberadaan Ari. Dia menanyakan keberadaan Ari ke semua teman anaknya di sekitar kompleks tempat tinggalnya, Jalan Jenderal Sudirman Km 12.
Namun, semua teman Ari mengaku tak tahu keberadaan pemuda tersebut. Sosoknya seolah hilang ditelan bumi. Sri akhirnya hanya bisa pasrah, menunggu anaknya pulang. Dia juga menanti anaknya memberi kabar.
Senin (28/5) pagi, Sri mendapat titik terang keberadaan anaknya. Namun, kabar itu sekaligus membuat hatinya semakin kacau. Dia diminta ke RSUD dr Murjani Sampit, tepatnya di ruang jenazah.
Di ruang jenazah, tangis Sri langsung meledak. Hati Sri remuk melihat buah hatinya membujur kaku. Dia tak menyangka anaknya yang hilang hampir dua hari, ternyata sudah meninggal dunia.
”Anak saya sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Saya tidak menyangka atas apa yang terjadi,” katanya dengan mata yang merah saat dibincangi Radar Sampit di ruang jenazah.
Kecelakaan
Misteri hilangnya Ari terjawab Senin (28/5) pagi. Mayatnya ditemukan Eman Sutarno (32) di Jalan Pramuka, belakang Citimal Sampit.
”Saya tahunya dari anak-anak. Katanya ada motor tercebur. Tapi, ternyata ada mayatnya juga,” kata Eman.
Awalnya Eman hanya terlihat sepeda motor berwarna biru yang mengapung di permukaan sungai. Namun, setelah dia lihat secara seksama, terlihat sepasang kaki pria. Sementara tubuhnya terbenam di rerumputan berjarak sekitar 1 meter dari motor.
”Setelah dilihat betul-betul, eh ada sepasang kaki. Lalu kami telepon polisi,” kata Eman.
Menurut Eman yang saat itu niatnya untuk mengantar anaknya mengaji di salah satu masjid di sekitar lokasi tersebut, mayat pria itu sudah memucat. Bahkan, ada beberapa bagian kulit di tubuhnya terkelupas. Bagian matanya juga bengkak.
Sementara itu, warga sekitar lokasi kejadian mengaku tak mengetahui ada kejadian sebelum mayat ditemukan. Warga meyakini mayat tersebut korban kecelakaan tunggal yang terjadi tengah malam.
”Tidak tahu sama sekali. Tak ada dengar suara kecelakaan atau semacamnya. Demikian juga dengan adanya perkelahian, tidak terdengar,” ujar Ika, warga sekitar.
Sesaat setelah mendapatkan kabar, petugas kepolisian langsung ke lokasi penemuan mayat. Petugas juga langsung memasang garis polisi di sekeliling titik penemuan mayat beserta motornya tersebut.
Jasad Ari yang saat di lokasi belum diketahui identitasnya langsung dievakuasi. Evakuasi sedikit terkendala karena mayat tersangkut di antara rumput yang tumbuh di air.
Lalu lintas di Jalan Pramuka yang biasanya lengang pun jadi macet. Sebab, banyak pengendara yang menghentikan kendaraannya, penasaran ingin melihat kondisi mayat.
Setelah evakuasi berhasil, jasad korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit. Sekujur tubuh korban berlumpur. Celana panjang hingga bajunya, berubah menjadi warna coklat. Bau tak sedap merebak saat jenazah itu tiba di ruang jenazah. Identitas Ari baru diketahui setelah polisi memeriksa dompetnya yang ditemukan dari saku celana.
Saat jenazah Ari korban akan dibersihkan petugas rumah sakit, di dahinya ada bekas luka. Dari luka itu keluar air bercampur darah. Setelah dibersihkan, jenazah Ari langsung dibawa keluarganya untuk disemayamkan.
Sementara itu, dari olah tempat kejadian perkara yang dilakukan aparat, ditemukan beberapa barang yang diduga milik korban, di antaranya pengisi daya seluler, satu kaleng lem Fox, dan plastik bening berisi lem Fox. Selain itu, kendaraan Ari juga dalam posisi menyala.
Kasat Lantas Polres Kotim AKP Yudha Setiawan mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab kematian korban. ”Kami masih melakukan pengembangan lebih dalam lagi,” katanya. (sir/rm-87/oes/ign)