SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Kamis, 25 Oktober 2018 13:51
ADUHHH!!!! Aksi Premanisme Resahkan Sopir

Dipungut hingga Rp 100 Ribu, Pemkab Diminta Bertindak

ILUSTRASI.(NET)

SAMPIT – Sejumlah sopir truk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resah dengan aksi premanisme saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Mereka dipungut biaya yang peruntukannya tak jelas apabila ingin mendapatkan BBM.

Slamet (50), sopir truk pengangkut pupuk mengatakan, dugaan pungutan liar yang dilakukan preman itu cukup memberatkan sopir. Untuk bisa mendapatkan jatah BBM, para sopir truk angkutan diharuskan membayar dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu sekali pengisian.

”Preman ini sekarang parah sekali. Kami ini sudah sulit mendapatkan minyak, harus pula ditagih dari preman. Kalau mau dapat minyak, kami harus bayar dari Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Belum lagi biaya parkir untuk mengantre Rp 5 ribu,” kata Slamet, Rabu (24/10).

Slamet menambahkan, sejak harga BBM jenis dexlite naik menjadi Rp 10.700 per liter, banyak sopir truk yang beralih menggunakan solar subsidi. Hal itu membuat sebagian sopir truk harus mengantre. Sebagian sopir bahkan tidak kebagian BBM.

”Kalau (BBM) subsidi, saya yakin masyarakat Kotim tidak akan kekurangan. Yang menjadi masalahnya sekarang, kami kalah sama pelangsir. Mengetahui harga dexlite mahal, pelangsir berlomba-lomba beli minyak (solar, Red) dan dijual dengan harga lebih mahal,” ujarnya.

Sejumlah sopir yang ditemui Radar Sampit juga mengaku dipungut dengan besaran sekitar Rp 50 ribu – Rp 100 ribu. Menurut mereka, orang yang memungut setiap hari orang yang sama. Pihaknya tak tahu peruntukan uang itu.

Sopir lainnya, Gunawan (45), mengatakan, sudah terbiasa mengantre lama untuk mendapatkan BBM. Karena panjangnya antrean, dia terpaksa bertahan di SPBU sampai gilirannya tiba. Dia mengaku bisa antre seharian hanya untuk mengisi BBM di SPBU Jalan Jenderal Sudirman.

”Kami mau pulang tak bisa, karena bahan bakar harus diisi. Mau tak mau harus mengantre. Apalagi kabarnya pemerintah tidak memperbolehkan truk mengantre sampai bermalam. Tetapi mau bagaimana lagi, kalau tak ngantre truk tak bisa jalan,” ujarnya.

Meski demikian, Gunawan yang masuk anggota Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kotim mengaku belum pernah dipungut preman seperti sopir lainnya. ”Saya Alhamdulillah belum ada sampai ditagih bayar oleh preman. Setahu saya justru preman liar itu banyak di SPBU umum,” ujarnya.

Terpisah, pemilik SPBU 64.743,08 Jalan Jenderal Sudirman Km 2 Lismana mengatakan, pihaknya merupakan SPBU yang dipilih pertamina untuk melayani anggota Organda bersama SPBU lainnya di Jalan HM Arsyad.

Dalam sehari, jelasnya, Pertamina memberikan jatah sebanyak 10.000 liter BBM bersubsidi. Masing-masing 5.000 liter untuk solar dan premium. ”Dalam sehari kami bisa melayani 80 hingga 100 truk angkutan organda,” katanya.

Truk angkutan anggota organda, lanjutnya, dijatah sebanyak 7.500 liter per hari. Sisanya untuk angkutan bus penumpang. ”Itu sebabnya mereka banyak yang mengantre hingga seharian karena memang untuk bahan bakar bersubsidi dibatasi jumlahnya,” katanya.

Mengenai, preman yang meresahkan sopir, Lismana mengatakan, pihaknya tak ada kewenangan mengenai pungutan tersebut. Petugas SPBU hanya melakukan pengawasan pengisian BBM. Pihaknya juga mengawasi aksi pelangsiran di SPBU yang juga mendapat jatah BBM.

”Untuk pelangsir mobil kecil sehari dibatasi maksimal 40 liter, untuk truk 80 liter, dan motor 15 liter per hari. Dengan catatan, untuk bahan bakar subsidi pelangsir tidak diperkenankan membeli menggunakan jeriken,” ujarnya.

Menurutnya, pelangsir dan truk angkutan organda tak dibedakan. Dia menerapkan aturan dan sanksi tegas kepada petugas pengisian jika kedapatan melayani pelangsir melebihi batas yang ditentukan.

”Setiap petugas kami yang berani melayani pelangsir melebihi kapasitas dan melayani penjual bahan bakar dengan jeriken, khususnya bahan bakar subsidi, kami akan kenakan skorsing sampai pada tahap pemutusan kerja,” pungkasnya. (hgn/ign)


BACA JUGA

Sabtu, 05 April 2025 13:48

Angka Stunting Diprediksi Turun Drastis

SAMPIT – Angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur diprediksi menurun…

Sabtu, 05 April 2025 13:47

Kesadaran Perusahaan Diharapkan Meningkat setelah Penertiban Lahan

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menunjukkan sikap yang…

Sabtu, 05 April 2025 11:50

Tingkatkan Kewaspadaan Hindari Kecelakaan

SAMPIT – Arus balik pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diperkirakan…

Sabtu, 05 April 2025 11:50

Siapkan Strategi Hadapi Tantangan Pembangunan 2026

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah menyusun berbagai…

Kamis, 03 April 2025 16:37

Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menyerahkan Laporan…

Kamis, 03 April 2025 16:36

Semangat Kebersamaan di Hari Kemenangan

SAMPIT – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah,…

Kamis, 03 April 2025 16:36

Apresiasi Mudik Gratis, Berharap Kuota Bertambah

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengapresiasi program mudik gratis…

Kamis, 03 April 2025 16:35

Kerja Keras Terangi 25 Desa Belum Nikmati Listrik

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus berupaya…

Kamis, 03 April 2025 15:53

Pastikan Lokasi Wisata Kondusif

SAMPIT – Pada hari kedua Lebaran 1446 Hijriah, Selasa (1/4),…

Kamis, 03 April 2025 15:52

Pemuda Kotim Dilibatkan dalam Pembangunan

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin serius dalam…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers