MANAGED BY:
SENIN
09 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 14 November 2019 14:22
Paripurna di DPRD Kotim Memanas, Pembahasan RAPBD Terpaksa Ditunda

Dihujani Interupsi

INTERUPSI: Anggota Badan Anggaran DPRD Kotim Rumbn saat melakukan iterupsi saat Paripuna Dewan, Rabu (13/11()(RADO/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Rapat paripurna DPRD Kotim dengan agenda pemandangan umum fraksi terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) berlangsung panas. Agenda penting itu dihujani interupsi. Sejumlah legislator mendesak agar dijadwalkan ulang lantaran belum ada titik terang terkait kondisi keuangan RAPBD.

”Sebelum kami memasuki pembahasan anggaran, pimpinan eksekutif dan legislatif bertemu membahas polemik terkait defisit anggaran. Disepakati agenda ditunda dan akan dijadwalkan ulang oleh Banmus (Badan Musyawarah)," kata Wakil Ketua DPRD  Kotim Rudianur, Rabu (13/11).

Rapat paripurna tersebut dipimpin Rudianur dan dihadiri anggota Dewan serta jajaran Pemkab Kotim yang dipimpin Wakil Bupati Kotim M Taufiq Mukri dan Sekretaris Daerah Kotim Halikinnor yang juga Ketua Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD).

Memanasnya acara itu terlihat saat rapat baru dibuka. Anggota Fraksi PDIP, Rimbun, menyampaikan interupsi. Setelah itu, interupsi secara beruntun disampaikan anggota dewan lainnya, yaitu Dadang H Syamsu, Abdul Kadir, Sanidin, Handoyo, dan sejumlah anggota lainnya. 

Kondisi demikian membuat pimpinan DPRD menskorsing paripurna dan menggelar rapat terbatas antara Badan Anggaran DPRD Kotim bersama dan TAPD di ruang rapat secara tertutup.

Hampir dua jam rapat itu berlangsung, ternyata belum ada titik temu. Akhirnya DPRD kembali menunda sidang paripurna dan kembali menyusun jadwal ulang. ”Karena ini ditunda tidak jelas sampai kapan, maka jadwal akan disusun ulang. Banmus langsung hari ini susun jadwal baru,” tegas mantan Ketua Komisi II itu.

"Dalam penyampaian nanti, pemerintah kabupaten juga harus membuka RKA yang ada di DPA yang sudah masuk sebelumnya. Bisa dikatakan bongkar lagi RKA yang lama itu," kata Rudianur.

Meski terjadi penundaan, Rudianur optimistis pengesahan RAPBD akan tepat waktu. Namun, konsekuensinya, pembahasannya harus dilakukan secara maraton untuk mengejar waktu yang tersisa. ”Kalau sampai lewat akhir November nanti RAPBD tidak selesai, dampaknya tidak baik,” tegasnya.

Terpisah, anggota Komisi I DPRD Kotim Abdul Kadir menekankan agar penundaan pembahasan tidak berdampak pada molornya jadwal pengesahan. Dia tidak ingin lepas dai ketentuan akhir bulan November ini. Sebab, jika APBD molor, akan berisiko tinggi.

”Akan ada sanksi dari pemerintah pusat jika kita lepas dari jadwal November ini,” kata Abdul Kadir.

Sementara itu, anggota Banggar DPRD Kotim Rimbun menambahkan, hasil pertemuan dengan TAPD memutuskan, RKA yang sudah disampaikan ke DPRD akan ditarik kembali.

”Pemerintah daerah harus berkirim surat dulu mengenai APBD Kotim, makanya tadi kesepakatannya tarik dulu RKA ini,” katanya.

Rimbun menegaskan, tidak ada jadwal pembahasan dengan mitra kerja atau komisi sebelum paripurna tersebut dilaksanakan. ”Tak ada pembahasan sebelum   kesepakatan mengenai surat pemberitahuan disampaikan ke DPRD,” kata dia.

Penelusuram Radar Sampit, persoalan itu berawal dari ketidakmampuan eksekutif mengakomodir kepentingan progran aspirasi DPRD Kotim (pokok pikiran). Kabarnya, dana yang diperlukan sekitar Rp 60 miliar, sementara dari ketersediaan anggaran hanya mampu mengakomodir Rp 20 miliar atau sekitar Rp 500 juta per anggota DPRD.

RAPBD Kotim 2020 sebelumnya diprediksi mengalami defisit sebesar Rp 150 miliar atau 10 persen. Angka itu melebihi ambang batas maksimal yang hanya 4,5 persen.

Ketua TAPD, Halikinnor menambahkan, persoalan pembahasan yang tertunda sebenarnya sederhana. Namun, karena adanya perbedaaan pandangan hingga tarik ulur mengenai defisit, sehingga menjadi polemik.

Halikin menuturkan, polemik defisit RAPBD yang disoroti sejumlah pihak akan lebih memudahkan pembahasan anggaran. Pasalnya, pembahasan akan dilakukan secara terbuka dan transparan.

”Ya, tidak masalah berpolemik seperti ini. Artinya akan jadi perhatian dan pembahasan akan lebih terbuka dan transparan nantinya,” kata dia.

Halikinnor juga menegaskan, angka desitif yang begitu besar itu merupakan fakta dan bukan rekyasa. Penyebabnya adanya pemangkasan dana bagi hasil dari pusat dari Rp 139 miliar menjadi sebesar Rp 84 miliar. Selain itu, juga pembayaran proyek multiyears ratusan miliar.

”Makanya, salah satu jalan saya mengambil kebijakan yang sangat tidak populer, yakni memangkas semua kegiatan perjalanan dinas 25 persen. Tidak ada pengadaan seragam, mobil, dan lain sebagainya. Saya tahu keputusan kami itu membuat kalangan ASN akan tidak nyaman tahun 2020 nanti, tapi ini semua demi kepentingan daerah juga,” tandasnya. (ang/ign)

 


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 16:32

Partai Banteng Ramai-Ramai Ditinggalkan

 SAMPIT – Menjelang Pilkada 2020, badai politik menerpa PDIP Kotim.…

Jumat, 06 Desember 2019 15:38

Kontraktor Fasilitas Sampit Expo Kerjakan Sejumlah Proyek Besar

SAMPIT – Pihak ketiga yang mengerjakan proyek multiyears pengembangan fasilitas…

Jumat, 06 Desember 2019 10:17

Catat Ya..!!! Sampit Ethnic Carnival Digelar 15 Desember

SAMPIT - Sampit Etnic Carnival (SEC) 2019 dipastikan digelar 15…

Kamis, 05 Desember 2019 14:51

Palangka Raya Dikepung Banjir, Jembatan Retak, Tiang Ambruk, Pasar Porak Poranda

PALANGKA RAYA – Gempuran hujan lebat yang berlangsung sekitar lima…

Kamis, 05 Desember 2019 14:46

Kalteng Putra Jaga Asa di Laga Krusial

PALANGKA RAYA – Kalteng Putra akan menjalani laga krusial menghadapi…

Rabu, 04 Desember 2019 15:06

Kalteng Putra Bakal Tekan Tim Bertabur Bintang

PALANGKA RAYA – Laga berat bakal dilakoni Kalteng Putra dalam…

Rabu, 04 Desember 2019 14:50

WADUHHHH..!!! Internal DPRD Kotim Terbelah

SAMPIT – Polemik penganggaran program multiyears pengembangan fasilitas expo berujung…

Selasa, 03 Desember 2019 16:42

INNALILLAHH..!!!! Buruh Bangunan Tewas Kesetrum di Atap Rumah

PALANGKA RAYA – Seorang buruh bangunan di Kota Palangka Raya,…

Selasa, 03 Desember 2019 16:35

Pantang Menyerah sampai Akhir, Kalteng Putra Fokus Lawan Madura United

PALANGKA RAYA – Raihan satu poin di Stadion Kanjuruhan saat…

Selasa, 03 Desember 2019 16:09

Pengumuman Persyaratan Dukungan Bapaslon Perseorangan Bupati dan Wakil Bupati Kotim Tahun 2020

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotawaringin Timur mengumumkan secara terbuka tentang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.