MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 21 Desember 2019 15:02
Astagfirullah..!!! Maling Cilik Beraksi, Puluhan Rapor Dirusak
DIRUSAK: Sejumlah guru SDN 12 Sampit menjemur 22 rapor siswa kelas II yang dirusak pelaku pencurian, Jumat (20/12).(FAHRY/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Menghirup aroma lem fox yang populer di kalangan anak di bawah umur memicu tindak kriminal. Tiga remaja tertangkap saat berniat melakukan pencurian di Sekolah Dasar (SD) Negeri 12 Sampit. Diduga para maling cilik itu berada dalam pengaruh lem fox. Bahkan, seorang di antaranya, kepergok ngelem di ruang guru saat sedang beraksi.

Tiga remaja tanggung itu, yakni Ad (14), Al (14), dan Ah (14). Aksi mereka kepergok salah seorang guru sekolah itu, Deni (35). Awalnya dia tak sengaja melihat pelaku melintas di lingkungan SDN 12 Sampit, Kamis (19/12) malam.

Deni yang curiga, lantas berhenti serta bergegas memasuki sekolah dengan melompati pagar yang terkunci. Secara perlahan Deni berjalan mendekati pintu ruang guru yang saat itu sedang terbuka. Saat tiba, dia kaget melihat salah seorang anak yang dicurigainya sedang asyik menghirup aroma lem.

Deni tak langsung menyergapnya. Dia mengatur siasat dengan menutup pintu ruang guru agar Al yang diduga sudah terpengaruh lem tak bisa kabur. Pemuda itu kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala sekolah serta guru lainnya.

”Saya sendiri kaget saat tiba di lokasi. Hampir semua ruang guru berantakan dibuat para pelaku ini. Semua berkas penting dibongkar dan berserakan di lantai, sedangkan rapor siswa dirusak dengan cara dirobek serta disiram pakai tinta hitam,” kata Kepala SDN 12 Sampit Ardiansyah, Jumat (20/12).

Saat diinterogasi pihak sekolah, Al mengaku melakukan pengrusakan bersama dua teman lainnya, Ad dan Ah. Dua rekannya itu diduga berada di luar lingkungan sekolah. Pihak sekolah lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ketapang.

”Setelah itu, dua pelaku lainnya langsung dilakukan pengejaran hingga berasil diamankan. Polisi meminta kami tidak merapikan ruangan guru terlebih dahulu karena ada kepentingan penyidik untuk melakukan olah TKP,” tutur Ardiansyah.

Mereka baru dipersilakan merapikan ruangan yang berantakan pagi harinya. Menurut Ardiansyah, puluhan rapor siswa untuk sementara ini tidak dapat dibagikan kepada wali murid. Jumlahnya mencapai 22 rapor.

”Puluhan rapor rusak parah. Ada yang disobek, ada juga disiram pakai tinta. Akhirnya, wali kelas yang bersangkutan terpaksa mengeringkan rapor dengan cara dijemur di lapangan sekolah. Parahnya lagi, 22 siswa kelas II SDN 12 Sampit tidak bisa menerima rapor untuk sementara. Rencananya, rapor mereka akan dibagian setelah selesai liburan sekolah 9 Januari 2020 mendatang,” jelasnya.

Ardiansyah menambahkan, tiga pelaku berencana melakukan aksi pencurian. Namun, terlebih dahulu melakukan pengrusakan rapor siswa. Beberapa fasilitas sekolah, seperti kipas angin dan barang penting lainnya, sudah disiapkan untuk dibawa.

”Salah satu pelaku mengatakan, mereka berniat mencari uang. Kalau tidak menemukan uang, ya fasilitas sekolah itu yang rencananya akan mereka ambil untuk dijual kembali,” ungkapnya.

Menurut Ardiansyah, dua pelaku, Al dan Ah, merupakan lulusan sekolah itu. Dia kaget alumnusnya berniat merugikan bekas sekolahnya sendiri. Pasalnya, selama menempuh pendidikan di sekolah itu, Al dan Ah tak pernah bermasalah. Bahkan, dikenal baik dan rajin belajar.

”Kami tidak bisa menduga-duga kedua pelaku ini apakah ada dendam di SDN 12 Sampit atau sebaliknya. Yang pasti, mereka melakukan pengrusakan serta ingin melakukan aksi pencurian saat sedang terpengaruh lem,” lanjutnya.

Petugas Polsek Ketapang belum bisa memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Pantauan Radar Sampit, lingkungan SDN 12 Sampit cukup gelap saat malam hari. Di sisi lain, sekolah itu juga tidak memiliki sekuriti, sehingga rawan jadi sasaran aksi kejahatan, terutama pencurian. (sir/ign)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers