MANAGED BY:
KAMIS
04 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 20 Mei 2020 13:20
Jangan Kendor!!! Ancaman Pandemi Masih Tinggi

Pasien Sembuh Bangkitkan Harapan Menang Perang

ILUSTRASI.(FAISAL/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Ancaman pandemi Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih sangat tinggi, meski dalam dua pekan terakhir tak ada kasus baru. Penularan masih bisa terjadi, mengingat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) masih banyak. Di sisi lain, satu pasien yang kembali sembuh membangkitkan harapan, bahwa Kotim bakal memenangkan perang melawan sampar.

Tingginya ancaman itu bisa dilihat dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang memperlihatkan angka ODP masih cukup banyak, yakni tercatat sebanyak 28 orang. Kemudian, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak dua orang. ODP dan PDP tersebut tersebar di tujuh kecamatan Kotim.

”Meski tak ada penambahan kasus positif Covid-19 dalam dua minggu ini, bukan berarti Kotim bebas sepenuhnya dari virus korona. Saya masih tetap waspada terhadap penularan virus itu karena jumlah ODP korona yang masih cukup banyak,” kata Haris, warga Jalan HM Arsyad Sampit, Selasa (19/5).

Pegawai swasta ini juga khawatir virus korona bisa kembali meluas jika melihat situasi masyarakat dalam beberapa hari terakhir menjelang Lebaran. Pusat perbelanjaan diserbu warga dan protokol kesehatan kerap terabaikan. Dia menilai hal itu bisa jadi bencana karena Kotim belum sepenuhnya dinyatakan bebas dari ancaman virus tersebut.

”Masih banyak warga yang abai terhadap protokol pencegahan Covid-19. Ini bisa jadi bom waktu di kemudian hari dalam penyebaran virus,” ujarnya.

Di sisi lain, kabar menggembirakan datang dari jumlah pasien positif Covid-19 yang kini tersisa tiga orang dari total 16 kasus sejak wabah itu merebak di Kotim. Berkurangnya jumlah pasien itu setelah satu orang dinyatakan sembuh dan bebas dari virus korona.

”Pasien dengan sebutan pasien 04 dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang,” kata Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim Multazam.

Menurut Multazam, pasien yang masuk klaster Gowa tersebut mendapat perawatan cukup lama. Sebab, pasien tersebut diduga memiliki riwayat penyakit penyerta lainnya, sehingga penanganannya memerlukan waktu ekstra. 

Terpisah, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim bidang kesehatan Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, di Kotim belum ada kasus baru positif Covid-19. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan swab pasien pada 8 Mei yang belum keluar hasilnya.

Dia juga membantah kabar yang menyebar di kalangan warga yang menyebutkan, ada warga positif Covid-19 dari Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Faisal memastikan tak ada laporan masuk ke pihaknya mengenai kabar tersebut.

Sementara itu, kabar kesembuhan satu pasien Covid-19 jadi angin segar bagi sejumlah warga. Hadi, warga Kecamatan Baamang berharap jumlah pasien terus berkurang. Dengan demikian, Kotim bisa kembali ke zona hijau dan aktivitas warga tak lagi dibatasi ketat seperti saat zona merah.

”Semoga saja semua pasien sembuh dan bebas dari virus yang tergolong mematikan itu. Apabila pasien sembuh terus bertambah dan tak ada penularan baru, artinya kita berhasil memenangkan perang melawan virus korona,” ujarnya. 

Nagatif

Sementara itu, sebanyak 21 personel Basarnas Palangka Raya menjalani pemeriksaan rapid test Covid-19 secara mandiri. Pengambilan sampelnya dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sampit. Hasilnya menggembirakan. Mereka semua negatif Covid-19.

”Rapid test ini kami prioritaskan kepada seluruh pegawai lingkup kantor Basarnas yang sering melakukan aktivitas operasi SAR di beberapa wilayah,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan Palangka Raya Muhamad Hariyadi.

Melalui rapid test tersebut, dia bisa mengetahui kondisi diri masing-masing personelnya. Apabila ada indikasi anggota Basarnas yang terpapar Covid-19, bisa segera dilakukan tindakan penanganan, termasuk dirujuk ke rumah sakit terdekat.

”Berdasarkan hasil rapid test, dinyatakan tidak ada indikasi Covid-19. Namun, bukan berarti para personel aman. Mereka tetap kami perintahkan selalu mematuhi aturan pemerintah serta mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandara, mengatakan, sampai kemarin tidak ada penumpang mudik di Pelabuhan Sampit. Kapal yang masih beroperasi hanya dari PT Dharma Lautan Utama (DLU), yakni Kirana I, sedangkan PT Pelni sejak pertengahan April lalu tak lagi beroperasi di Kotim.

”Jadi, saat ini hanya dari PT DLU saja yang beroperasi. Itu pun hanya sepekan sekali. Lebaran tahun lalu ada 23 ribu pemudik, sedangkan tahun ini dipastikan tidak ada sama sekali, karena yang boleh berangkat hanya orang yang berkepentingan dan sesuai persyaratan keberangkatan," ujarnya. (yn/sir/dia/ign)

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers