MANAGED BY:
KAMIS
04 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Jumat, 18 Desember 2020 14:59
SINDIRAN KERAS..!!! Minta Batalkan Perolehan Suara, Bawaslu Diberi Obat Penolak Masuk Angin

Tim-Ben Ujang Persoalkan Bantuan Covid-19 di Kapuas

AKSI DAMAI: Aparat kepolisian berjaga di kantor Bawaslu saat Aliansi Masyarakat Kabupaten Kapuas Peduli Demokrasi yang Sehat dan Bersih melakukan aksi damai terkait pelaksanaan Pilkada Kalteng di wilayah itu, Kamis (17/12).(ALEX/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

SAMPIT – Aliansi Masyarakat Kabupaten Kapuas Peduli Demokrasi yang Sehat dan Bersih, meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kapuas membatalkan perolehan suara di wilayah itu, terutama di Kecamatan Selat. Mereka menuding ada kecurangan yang dilakukan tim pasangan calon Sugianto Sabran-Edy Pratowo di wilayah itu.

Hal tersebut disampaikan Junaidi L Gaol, tokoh Aliansi Masyarakat Kabupaten Kapuas Peduli Demokrasi yang Sehat dan Bersih, Kamis (17/12). Mereka melakukan aksi damai di depan kantor Bawaslu Kapuas dengan membacakan pernyataan sikap terkait laporan dugaan kecurangan ke Bawaslu.

”Kami melaksanakan aksi damai untuk meminta Bawaslu bersikap tegas dengan adanya kecurangan yang dilakukan paslon, serta meminta membatalkan suara di Kabupaten Kapuas. Terutama (Kecamatan) Selat atau meminta pemilihan ulang di Kecamatan Selat,” kata Junaidi yang juga sebagai kuasa hukum paslon Ben-Ujang di Kapuas ini.

Catatan Radar Sampit, perolehan suara Ben Brahim-Ujang Iskandar di Kapuas kalah tipis, yakni meraup 76.929 suara dan Sugianto Sabran-Edy Pratowo 77.903 suara. Di Kecamatan Selat, wilayah yang dipermasalahkan aliansi tersebut, Ben-Ujang kalah telah. Mereka hanya meraih 9.775 suara, sementara Sugianto-Edy 19.790 suara.

Dalam aksi tersebut, peserta aksi membawa beberapa bungkus obat penolak masuk angin yang kemudian diberikan kepada anggota Bawaslu. Pemberian obat itu sebagai simbolis agar Bawaslu tak ”masuk angin” dalam menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan salah satu paslon pilkada.

”Kami membawa lima bungkus Tolak Angin untuk komisioner Bawaslu agar tidak masuk angin dalam menangani laporan pelanggaran hukum yang kami sampaikan sebelumnya, karena apa yang kami sampaikan ke Bawaslu yang dianggap pelanggaran hukum, tidak terjadi,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 22:17

Dishub Diminta Tambah Traffic Light

<p><strong>PALANGKA RAYA</strong> &ndash; DPRD Kota Palangka Raya menilai sejauh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers