MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 03 Agustus 2019 09:05
Dugaan Kriminalisasi Warga, Tokoh Dayak Bereaksi Keras
Sejumlah tokoh suku dayak menggelar pertemuan membahas dugaan kriminalisasi warga oleh PBS. Mereka pun mengutuk dan berreasksi keras atas dugaan ketidakadilan ini.(RADO/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Kasus dugaan kriminalisasi yang berujung pada ditahannya empat orang warga Desa Tehang, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berbuntut panjang.

Dipastikan ribuan warga bakal menggeruduk kantor pabrik PT Katingan Indah Utama (KIU), Makin Group, untuk menuntut pertanggungjawaban perusahaan yang dituding sebagai aktor dibalik dugaan kriminalisasi terhadap empat orang warga yang kini meringkuk di sel tahanan Polres Metro Jakarta Utara.

Tidak main-main, sejumlah tokoh Dayak yang tergabung dalam sejumlah organisasi dipastikan bakal ambil andil dalam aksi unjuk rasa nantinya. Bahkan, Jumat (2/8) sejumlah organisasi, yakni Dewan Adat Dayak (DAD), Forum Pemuda Dayak (Fordayak), Forum Intelektual Dayak Nasional (FIDN), Damang Kepala Adat, LMS Balanga, LSM GAB, dan sejumlah ormas lainnya berkumpul di Kantor DAD Kotim untuk membahas masalah tersebut.

“Ini masalah utus uluh itah Dayak, harus diperjuangkan,” tegas Zam,an, Ketua FIDN Kotim, dalam forum rapat.
Menurutnya, seusai hasil pertemuan Napak Tilas Tumbang Anoi beberapa waktu lalu, semua sepakat untuk memperjuangkan martabat orang Dayak.

“Dengan hadirnya perusahaan kelapa sawit, masyarakat kita mulai tergerus. Melihat kasus yang menimpa empat orang warga Kotim, jelas merupakan bentuk pelecehan yang dilakukan perusahaan kelapa sawit,” tegas Zam,an.

Bahkan dirinya memastikan, akan ikut dalam aksi unjuk rasa nantinya. “Jujur saya sangat kaget, kok ada perusahaan besar di daerah ini yang sengaja menggunakan ‘tangan’ hukum untuk mengkriminalisasi warga kita,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan Wakil Ketua DAD Kotim, Tjumbi. Dirinya mendukung penuh adanya dua poin dalam pertemuan itu, yakni melakukan pendampingan hukum terhadap empat orang warga yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus percobaan pemerasan, dan melakukan langkah super power, untuk mengerahkan massa secara besar-besaran.

“Saatnya kita bersatu untuk membela orang Dayak yang tertindas. Kalau warga kita salah, kita tidak perlu bela, tapi kalau itu benar, harus kita perjuangkan sama-sama karena ini sudah bentuk pelecehan terhadap Suku Dayak oleh perusahaan,” cetus Tjumbi.

Sementara Ketua DAD Kotim Untung TR mengaku dirinya sudah menyampaikan permasalahan itu kepada Ketua DAD Kalteng, H Agustiar Sabran. Dan dirinya meyakini, apa yang dilakukan oleh empat orang warga tersebut semata-mata untuk memperjuangkan lahan masyarakat yang sudah lama kunjung diselesaikan oleh pihak perusahaan.

Bagian Hukum Fordayak, Melkiono berpendapat ada langkah hukum untuk memperjuangkan empat orang warga tersebut, salah satunya dengan mempraperadilankan Polres Metro Jakarta Utara. “Kita harus ajukan praperadilan, kalau harus turun ke jalan, kita juga siap,” tandasnya.

Gahara, Ketua LSM Balanga, yang juga sebagai penerima kuasa atas empat orang warga tersebut, berhadap adanyanya dukungan dari tokoh Dayak yang hadir dalam rapat tersebut, untuk bersama-sama melakukan aksi pada 6 Agustus nanti.

“Saat ini, masyarakat di sana sudah siap 600 orang dari beberapa desa, jumlahnya terus bertambah, kemungkinan nanti sampai ribuan. Ini momen bagi kita untuk memperjuangkan utus orang Dayak. Kapan perlu, pabrik PT KIU akan kita tutup,” timpalnya.

Gahara menambahkan, terkait kasus itu, dirinya secara pribadi sudah berkoordinasi dengan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran.

“Beliau juga mengaku kaget dan berjanji akan mengurus masalah itu, paling tidak kita ingin empat orang warga itu bisa keluar dari tahanan dan berkumpul anak istrinya. Karena tiga hari lalu, kita sudah menyampaikan surat permohonan penangguhan penahanan ke Polres Metro Jakarta Utara,” tukasnya.(ang)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 14:58

Kemampuan Pimpinan DPRD Kotim Diragukan

SAMPIT – Terpilihnya tiga nama unsur pimpinan DPRD Kotim periode…

Selasa, 17 September 2019 16:46

DUH KASIHAN..!!! Puluhan Satgas BPBD Terpapar Asap

SEBANYAK 39 anggota tim Satgas Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah…

Selasa, 17 September 2019 16:32

Bencana Asap 2015 Terulang, Bukti Pemerintah Gagal

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan terulangnya…

Selasa, 17 September 2019 15:28

Penerbangan Kembali Terganggu, Delay Lima Jam hingga Pembatalan Jadwal

PANGKALAN BUN – Kabut asap kembali ganggu penerbangan di Pangkalan…

Selasa, 17 September 2019 09:52

Cover dan Bencana

Oleh: Gunawan Suara di ujung telepon itu agak serak. Wanita…

Senin, 16 September 2019 17:05

Makin Parah..!!! Sudah Banyak Penerbangan yang Batal

PALANGKA RAYA- Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang…

Senin, 16 September 2019 16:58

Pak Presiden Jangan Tunggu Kami Mati!

PALANGKA RAYA – AncamanPresiden RI Joko Widodo terkait pemecatan terhadap…

Senin, 16 September 2019 15:05

Memprihatinkan..!!! Sungai Ini Mengering sampai Kelihatan Dasarnya

SAMPIT – Selain kabut asap kebakaran hutan dan lahan, warga…

Senin, 16 September 2019 11:31

Kotim Dinyatakan Darurat Karhutla

SAMPIT-- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan status kebakaran hutan…

Senin, 16 September 2019 10:49

Hari Olahraga Nasional Kotim di Tengah Kabut Asap

SAMPIT—Kendati Kota Sampit dipenuhi kabut asap sejak beberapa hari terakhir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*