MANAGED BY:
RABU
27 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 09 November 2019 11:30
Ya Tuhan..!!! Pelajar di Kobar Kembali Memakai Masker
TERGANGGU: Pelajar di Kecamatan Kotawaringin Lama terpaksa kembali mengenakan masker saat ke sekolah, karena pekatnya kabut asap, Kamis (7/11) kemarin.(GUSTI HAMDAN/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun angkat bicara terkait kemunculan kabut embun bercampur asap yang sempat melanda Pangkalan Bun dan Kotawaringin Lama.

Prakirawan BMKG Stamet Iskandar Pangkalan Bun, Rangga Setya mengatakan bahwa fenomena kabut yang terjadi pada beberapa hari ini disebabkan oleh tingginya kelembapan udara.

“Ditambah dengan vegetasi yang ada di Kobar menjadi faktor pendukung tambahan terjadinya kabut tersebut,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, terkait aroma asap yang masih tercium diduga akibat kebakaran di sejumlah lokasi baik itu di Kabupaten Kobar, Lamandau, dan Sukamara hingga Seruyan.

“Sampai saat ini angin masih bertiup di arah Tenggara-Selatan, sehingga asap dari wilayah Seruyan dapat memasuki wilayah Kobar dan sekitarnya,” lanjut Rangga.

Tidak hanya itu, langit yang cenderung cerah berawan pada sore hingga malam hari menyebabkan gelombang panjang dari bumi tidak mendapat hambatan oleh awan sehingga permukaan bumi menjadi lebih cepat dingin

“Hal tersebut jika ditambahkan dengan kelembapan udara yang tinggi dipermukaan akan meningkatkan potensi terjadinya kabut,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolam, Muhammad Marhani tanggapi permintaan libur atau penundaan jam masuk sekolah akibat kabut embun bercampur asap pekat yang terjadi dalam beberapa hari ini.

Menurut Marhani permintaan itu cukup baik dan dapat dimengerti, tetapi hal itu tidak bisa langsung dilaksanakan mengingat kejadian ini bersifat temporer. Oleh karena itu Marhani meminta kepada para wali murid agar tanggap dan bijaksana dalam bersikap.

“Kejadian ini di luar kebiasaan dan tidak terprediksi sebelumnya sehingga segala kebijakan belum dapat diambil. Tetapi jika kejadian serupa terus menerus terjadi maka usulan tersebut akan kami sampaikan ke Dinas Dikbub Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujarnya, Jumat (8/11).

Marhani mengakui bahwa dalam tiga hari terakhir kualitas udara di Kolam kurang baik tetapi pada Jumat pagi (kemarin) sudah mulai membaik dan boleh dikatakan sudah membaik dari sebelumnya meski masih ada kabut asap dan jarak pandang sekitar 100 hingga 150 meter. 

“Jika kabut kembali terjadi agar orang tua bisa memberikan masker atau menunda keberangkatan anaknya ke sekolah sambil menunggu reda kabutnya. Pihak sekolah pasti akan memaklumi. Ya seperti saat turun hujan lebat di pagi hari sering para pelajar datang agak terlambat,” tambah Marhani. (gst/sla)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers