MANAGED BY:
MINGGU
26 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Jumat, 29 November 2019 15:24
Tak Menyerah dengan Sulitnya Kehidupan dan Cibiran Orang

Berbincang dengan Srikandi Peraih Cum Laude

PRESTASI: Winarti dan Dian Taresa berhasil lulus dengan predikat Cum Laude.

PROKAL.CO, Kesulitan hidup tak menghalangi mereka meraih prestasi. Pahit dan getir kehidupan jadi kekuatan menggapai impian. Dua srikandi, Winarti dan Dian Taresa, sukes menunaikan pendidikan dengan hasil membanggakan.

YUNI PRATIWI, Sampit

Senyum merekah menyambut Radar Sampit saat bersua Winarti. Wanita yang mengenyam pendidikan di STKIP Muhammadiyah Sampit ini baru saja menyelesaikan masa pendidikannya.

Menempuh program studi pendidikan ekonomi selama 3,5 tahun, dia mengakhirinya dengan manis melalui raihan indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas rata-rata, 3,78. Winarti berhak menyandang gelar Cum Laude.

Wiwin, sapan akrab wanita kelahiran 30 Oktober 1996 ini didaulat penghargaan sebagai wisudawati terbaik tingkat STKIP Muhammadiyah Sampit angkatan 2015. Prestasi yang luar biasa dan pastinya sangat membanggakan keluarga.

Wanita kelahiran Sampit, anak ke empat dari empat bersaudara ini menganggap Cum Laude yang dia peroleh merupakan bonus dari hasil kerja kerasnya.

”Sebenarnya tidak ada motivasi khusus. Setiap semester selalu berusaha mendapatkan nilai terbaik supaya kuliah itu tidak sekadar kuliah,” tutur Wiwin.

Tekad Wiwin kian kuat untuk menyelesaikan kuliahnya dengan segala keterbatasan biaya. Dia harus bekerja sambil kuliah untuk menutupi kekurangan pendidikannya. Juga mengikuti berbagai lomba untuk mendulang prestasi agar bebas biasa semester dari kampus.

”Kalau dapat prestasi itu gratis satu semester,” tuturnya.

Wiwin tak pernah berpikir berhenti kuliah meski harus membagi waktu antara jam 08.00 WIB -16.00 WIB untuk bekerja dan jam 18.00 WIB-22.00 WIB untuk kuliah. ”Menyelesaikan studi karena tekad yang kuat saat orang tua masih hidup,” katanya.

Wiwin memang bermimpi menjadi sarjana. Dia ingin memberikan kebanggan kepada orang tuanya yang telah meninggal. Menurut Wiwin, kedua orang tuanya tak lulus SD. Begitu juga dengan kakak pertama dan kedua. Hanya kakak ketiga saja yang lulus SMA. Itu pula yang menjadi motivasinya menyelesaiakan pendidikan hingga jadi sarjana.

”Karena kami bukan dari keluarga mampu, jadi untuk sekolah saja sulit,” ujar Wiwin.

Awal kuliah Wiwin hanya dimodali perasaan nekad yang melekat pada dirinya. Meski sulit, dia tetap berusaha bertahan.

”Dulu kuliah itu awal masuk bayarnya cicil, hanya punya uang Rp 1 juta diberi kakak saking inginnya tetap bisa kuliah. Setelah itu diterima kerja di Radar Sampit,” tutur wanita yang didampingi suaminya saat wisuda ini.

Wiwin bersyukur uang masuk kuliah bisa dicicil. Kampusnya mau menerima dengan setoran awal Rp 1 juta. ”Sampai lulus alhamdulillah biaya sendiri dengan kerja sambilan,” imbuhnya.

Hal yang Wiwin lakukan sama seperti mahasiswa umumnya. Dia belajar sungguh-sungguh, aktif di kelas dan disiplin. Bukan hanya menjelang ujian, tapi dalam perkuliahan sehari- hari.

”Belajar dengan sungguh-sungguh dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tekadlah utamanya dan niat. Insya Allah bisa,” tutur Wiwin.

Kepada rekannya yang masih kuliah, Wiwin berpesan agar tak menyerah karena memang kampus mencari lulusan yang bisa diandalkan. ”Jangan menyerah! Berusaha terus. Kalau bersungguh-sungguh, pasti bisa lulus. Jangan disiakan kesempatan jadi mahasiswa,” katanya.

Dia juga berharap mahasiswa lainnya yang masih menempuh pendidikan agar tak berhenti berdoa dan berusaha dan selalu mengingat Allah SWT.

”Tetap semangat dalam belajar, karena suatu saat ada titik di mana rasa jenuh, letih, bosan akan berdatangan dengan sendirinya dan jangan lupa satu hal, yaitu akan ada orang-orang yang menunggu kesuksesaan Anda kelak. Belajarlah selagi engkau mampu,” katanya.

Setelah bergelar sarjana, Wiwin ingin mengamalkan ilmu dan pengalaman yang diperolehnya, baik berkarier di dunia pendidikan ataupun tidak. Dia berharap ada rezeki atau kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Sebab, salah satu cita- cita Wiwin adalah menjadi seorang dosen. 

”Tapi, karena biaya S2 mahal, jadi doa saja dulu. Semoga bisa terus tumbuh dan berproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi di manapun dan jadi apa pun,” kata Wiwin.

Prestasi yang tak kalah membanggakan juga ditoreh Dian Taresa. Gadis kelahiran 30 Agustus 1997 ini lulus dengan IPK 3,62. Dia juga mendapat predikat Cum Laude.

Gadis yang baru sekitar dua bulan menjadi jurnalis Radar Sampit ini mengaku  ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga. ”Karena dari keluarga broken home banyak yang bilang tidak akan berhasil kuliahnya. Anggapan orang, pasti cuma main-main," tutur Dian.

Hal itu berhasil ditepisnya. Dian buktikan berhasil mendapat gelar sarjana. ”Alhamdulillah, bisa membuktikan dengan orang yang mengatakan itu ke orang tua, bahwa saya  kuliah sungguh-sungguh dan dapat gelar Cum Laude,” katanya.

Dian mengenyam pendidikan selama 3,5 tahun lamanya. Dia tinggal seorang diri di Sampit, menyewa kos-kosan.

Hal yang memotivasinya terus kuliah hingga tuntas, karena  ingin membuktikan anak dari keluarga broken home juga bisa sukses menuntut ilmu. Baginya, tidak semua anak broken home melarikan stres karena keadaan keluarga ke hal negatif.

”Sebelumnya banyak cibiran dari orang bahwa saya tidak benar-benar kuliah. Alhamdulillah bisa membuktikan bahwa perkataan mereka salah,” tuturnya.

Anak tunggal dari ayah dan ibu yang telah berpisah ini, sejak semester satu hingga akhir selalu dapat beasiswa berprestasi dari kampus maupun Pemkab Seruyan. Dian tidak bernah berpikiran berhenti kuliah. Yang ada dalam benaknya belajar dengan sungguh-sungguh untuk memberikan kebanggaan kepada kedua orang tuanya.

”Saya terus memotivasi diri sendiri dan belajar dengan sungguh-sungguh. Saat perkuliahan atau saat ujian pun saya selalu tenang, amati, dan kuasai,” ujarnya gadis yang berniat melanjutkan pendidikan S-2 ini. (***/ign)


BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 22:17

Dishub Diminta Tambah Traffic Light

<p><strong>PALANGKA RAYA</strong> &ndash; DPRD Kota Palangka Raya menilai sejauh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers