MANAGED BY:
RABU
23 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 14 Desember 2019 20:15
Waspada!!! Bencana Hidrologi di Kotawaringin Timur
Awan hitam menggantung diatas Kota Sampit. Dalam beberapa waktu belakangan ancaman bencana hidrologi sangat rawan di daerah itu.(DOK DWI CIPTA/ .RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

SAMPIT – Bencana hidrologi berupa banjir dan tanah longsor rawan terjadi selama musim penghujan. Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memiliki sejarah panjang terkait bencana banjir di sejumlah wilayah dataran rendah. Kesiapan pemerintah dan warga diperlukan agar bencana tak berdampak luas, terutama menghindari munculnya korban jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Yephi HP mengatakan, ada beberapa wilayah di daerah utara yang berpotensi mengalami banjir, di antaranya Tualan Hulu, Mentaya Hulu, dan Bukit Santuai.

”Minggu depan kami sudah mengaktifkan posko siaga banjir. Kegiatan lainnya yang akan kami lakukan pekan depan, yakni menyebarkan informasi waspada banjir melalui pemasangan spanduk dan baliho di kecamatan,” katanya, Jumat (13/12).

Catatan Radar Sampit, menukil data BPBD Kotim 2017 lalu, sedikitnya ada sepuluh kecamatan dan 36 desa di Kotim yang rawan dilanda banjir. Hasil pemetaan itu jadi acuan BPBD dalam penindakan lapangan apabila sewaktu-waktu terjadi hujan lebat, air pasang, atau lainnya yang berpotensi menyebabkan banjir.

Lokasi yang rawan banjir, antara lain tiga desa di Kecamatan Baamang, 4 desa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, 1 desa di Kecamatan Kotabesi, 1 desa di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, 1 desa di Kecamatan Bukit Santuai, 11 desa di Kecamatan Antang Kalang, 8 desa di Kecamatan Telaga Antang, 3 desa di Kecamatan Cempaga Hulu, 3 desa di Kecamatan Mentaya Hulu, dan 1 desa di Kecamatan Tualan Hulu.

Selain banjir, BPBD juga memetakan wilayah yang rawan terjadi bencana longsor. Berdasarkan kondisi geografis, ada tiga kecamatan yang rawan bencana itu, yakni Bukit Santuai, Antang Kalang, dan Telaga Antang. Hal itu disebabkan struktur wilayah yang merupakan perbukitan.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers