MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Jumat, 28 Februari 2020 12:29
Tak Dinafkahi, Istri Cincang Suami hingga Potong Anunya

Leher Disembelih, Perut Dibedah, Kemaluan Dipotong

PEMBUNUHAN: Pelaku saat digiring penyidik. Kapolres Pulpis AKBP Siswo Yuwono menunjukkan beberapa barang bukti kasus pembunuhan. (ALEXANDER/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, PULANG PISAU - Kasus penemuan mayat pria bernama Halidi (39)  di Desa Pasanan Papuyu I, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), beberapa hari lalu akhirnya terungkap. Korban ditemukan tewas di belakang rumah dengan usus terburai, leher tergorok, dan alat vital terpotong. Diduga pembunuhnya adalah istri korban sendiri, yakni  Lina alias Heyni (40).  

Awalnya kepolisian mendapat informasi penemuan mayat dari istri korban. Dari laporan tersebut, Polres Pulpis dan Polsek Kahayan Kuala melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa beberapa saksi, salah satunya istri korban. 

Saat itu Lina saat dimintai keterangan menjelaskan bahwa korban di rumah sendiri sedangkan dirinya pergi bekerja di kebun. Saat pulang pukul 14.00 WIB, Lina tidak menemukan suaminya di rumah. Lina justru menemukannya di belakang rumah dengan kondisi sudah menjadi mayat.

Tak percaya begitu saja, kepolisian terus mengorek informasi dari Lina dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, Lina akhirnya mengakui perbuatannya.

Kapolres Pulpis AKBP Siswo Yuwono mengatakan, pembunuhan berawal ketika tersangka dan korban berduaan di dalam rumah. Saat itu Lina pamit untuk bekerja.

"Pelaku ini awalnya ingin pamit untuk bekerja. Selama ini, semenjak korban mengamalkan kajian, tidak pernah kerja. Ketika ingin pamit itulah, korban tidak menghiraukan perkataan pelaku," ungkap Siswo. Sempat berpamitan sebanyak lima kali, suami tidak menghiraukannya. Akhirnya Lina naik pitam dan mengambil tajaum (sejenis pisau) dan menghampiri korban yang sedang rebahan di tikar.

"Kemudian tersangka menyayat leher korban sebanyak dua kali menggunakan tangan kirinya. Selanjutnya tersangka menusuk perut korban dengan mata pisau, lalu mengarah ke atas sampai usus korban terkeluar dari dalam perut," ungkapnya.

Korban yang telah tewas dibawa ke belakang rumah yang berjarak sekitar 30 meter. Tidak lama kemudian Lina kembali mengambil sajam jenis pisau. Dia memotong kemaluan korban.

"Korban ditarik ke arah belakang rumah melalui pintu belakang dan jasad korban diletakkan pelaku didekat pohon, barulah pelaku kembali mengambil pisau serta  memotong alat kelamin korban. Dengan cara menyayat alat kelamin korban hingga putus dan dibuang tidak jauh dari korban," terangnya lagi.

Saat di Polres Pulang Pisau, dengan santai Lina mengakui perbuatannya. Dia merasa kesal kepada korban yang tidak pernah menafkahi lahir dan batin. Itu terjadi sejak suami mengkaji suatu ilmu.

"Kami ini sudah tidak harmonis lagi selama 10 hari sebelum kejadian ini. Semenjak suamai saya belajar kajian itu, malah bermalas-malasaan. Dulu kerja bersama-sama, kini berubah tidak ingin kerja lagi. Diajak makan bilang sudah kenyang. Saya dibilang tidak usah mengurusi dia. Saat pamit kerja itulah yang membuat saya kesal dan melakukan pebunuhan," jelasnya.

Ketika ditanya apakah menyesali perbuatanya, tersangka menjawab, “Kalau menyesal, ya menyesal. Tetapi semua telah terjadi, mau gimana lagi? Saya hanya bisa menjalani hukuman. Anak-anak saya titip dengan orang tua, dan satu dengan keluarga suami saya," tegasnya.

Akibat perbuatannya, Lina dikenakan Pasal 44 ayat (3) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga  dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau pidana seumur hidup. (der/yit)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers