MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 03 Juni 2020 15:09
HADEHHH..!!! Di Tengah Pandemi, Bisnis Haram Tetap Jalan

Napi Lapas Pangkalan Bun Kendalikan Bisnis Narkoba, 400 Gram Sabu Diamankan

TAK TERDAMPAK: Polda Kalteng menggelar rilis penangkapan dua tersangka kasus sabu di Jalan SPG Barat Perum Kencana Elok, Sampit, Selasa (2/6).(DODI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA – Pandemi Covid-19 tak menghalangi gembong narkoba menjalankan bisnis haramnya. Alih-alih meredup, peredarannya justru kian menggila. Hal itu terbukti diamankannya 400  gram sabu bersama barang bukti lain oleh Direktorat Narkoba Polda Kalteng. Dua pelaku diringkus dari kasus itu.

Kedua pelaku, Hr (40) dan ATC (34), ditangkap di Jalan SPG Barat Perum Kencana Elok, Kotim, Jumat (29/6). Hr merupakan warga Kotim, sementara ATC warga Pontianak, Kalbar. Resmi ditetapkan tersangka dan dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 jo 112 dengan ancaman 20 tahun penjara dan atau denda Rp 10 miliar.

Selain sabu seberat 400 gram, polisi juga mengamankan ponsel, timbangan digital, sendok sabu, plastik klip, kartu ATM, isolasi, mobil , uang tunai Rp 1 juta dan STNK mobil. Dari pemeriksaan aparat, bisnis itu dikendalikan narapidana kasus narkotika di dalam Lapas Kelas II Pangkalan Bun berinisial Why yang juga kakak kandung dari Hr. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Bonny Djianto, Selasa (2/6), mengatakan, para tersangka merupakan jaringan lintas provinsi, yakni Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Barang haram itu akan diedarkaan di wilayah Sampit dan Palangka Raya. Dipasok dari Pontianak lantaran stok narkoba di Kalsel mengalami kekosongan karena penindakan petugas.

Menurut Bonny, kedua tersangka belum ada catatan kriminal di kepolisian. Namun, berdasarkan pengakuan, sudah melakukan transaksi narkotika tahun 2020 sebanyak empat kali. Modusnya sama, mengambil sabu di Pontianak berjumlah kiloan dan diantar ke Kotim.

”Jalurnya lewat Lamandau dan Sampit. Kami juga sudah koordinasi dengan Polda Kalbar karena sabu dipasok dari sana dan Malayasia,” ujar Bonny.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers