MANAGED BY:
KAMIS
06 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 04 September 2019 17:27
Janggal..!!! Lemparan Pisau Mematikan Sang Ayah Masih Misteri

Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Pembunuh Anak Kandung

PRAREKONTRUKSI: Mardi memeragakan berbagai adegan terkait kasus terbunuhnya Eko Saputro, anaknya sendiri, akibat perbuatannya, Selasa (3/9).(DODI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA – Prarekonstruksi kasus pembunuhan terhadap anak kandung yang digelar Polres Palangka Raya belum sepenuhnya membuat terang-benderang kasus itu, Selasa (3/9). Dari prarekonstruksi, tersangka, Mardi (37), melempar pisau yang dipegangnya pada sang anak, Eko Saputro (15). Namun, tertancapnya pisau itu masih menyisakan kejanggalan.

Polisi belum bisa memastikan apakah lemparan itu dilakukan dengan menarget langsung korban, dilempar secara sembarangan, atau ditusuk langsung. Dari hasil visum, pisau itu tertancap hingga 9 sentimeter dengan lebar luka sekitar 4 cm. Menembus hingga jantung Eko. Artinya, benda tajam tersebut dilempar sekuat tenaga.

Agar pisau tertancap pada sasaran, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Radar Sampit melakukan simulasi melempar pisau tersebut menggunakan pisau dapur. Pisau yang dilakukan percobaan beratnya bertumpu pada gagang pisau. Prinsip umum dalam melempar pisau agar mengenai sasaran, bagian yang ringan harus dipegang.

Dengan prinsip itu, Radar Sampit mencoba melempar dari jarak sekitar lima meter. Dari tiga kali percobaan, pisau tertancap dengan sukses pada papan yang jadi sasaran. Dalam kasus Mardi, pisau yang digunakan merupakan pisau dapur yang biasa digunakan untuk memotong daging.

Berat pisau itu bertumpu pada mata pisau, sementara gagangnya yang terbuat dari kayu lebih ringan. Artinya, apabila Mardi melempar dengan memegang gagangnya, peluang pisau itu tertancap saat mengenai sasaran lebih besar. Namun, posisi melempar juga harus tepat. Faktor keseimbangan juga memengaruhi.

Dari prarekonstruksi itu, Mardi memeragakan gerakan melempar pisau dengan memegang gagangnya. Pisau itu dilempar dengan cara menyamping. Artinya, peluangnya tertancap dan mengenai langsung ke sasaran kian mengecil. Dari foto jenazah korban, luka pisau itu vertikal.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers