MANAGED BY:
SENIN
18 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 04 September 2019 17:27
Janggal..!!! Lemparan Pisau Mematikan Sang Ayah Masih Misteri

Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Pembunuh Anak Kandung

PRAREKONTRUKSI: Mardi memeragakan berbagai adegan terkait kasus terbunuhnya Eko Saputro, anaknya sendiri, akibat perbuatannya, Selasa (3/9).(DODI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA – Prarekonstruksi kasus pembunuhan terhadap anak kandung yang digelar Polres Palangka Raya belum sepenuhnya membuat terang-benderang kasus itu, Selasa (3/9). Dari prarekonstruksi, tersangka, Mardi (37), melempar pisau yang dipegangnya pada sang anak, Eko Saputro (15). Namun, tertancapnya pisau itu masih menyisakan kejanggalan.

Polisi belum bisa memastikan apakah lemparan itu dilakukan dengan menarget langsung korban, dilempar secara sembarangan, atau ditusuk langsung. Dari hasil visum, pisau itu tertancap hingga 9 sentimeter dengan lebar luka sekitar 4 cm. Menembus hingga jantung Eko. Artinya, benda tajam tersebut dilempar sekuat tenaga.

Agar pisau tertancap pada sasaran, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Radar Sampit melakukan simulasi melempar pisau tersebut menggunakan pisau dapur. Pisau yang dilakukan percobaan beratnya bertumpu pada gagang pisau. Prinsip umum dalam melempar pisau agar mengenai sasaran, bagian yang ringan harus dipegang.

Dengan prinsip itu, Radar Sampit mencoba melempar dari jarak sekitar lima meter. Dari tiga kali percobaan, pisau tertancap dengan sukses pada papan yang jadi sasaran. Dalam kasus Mardi, pisau yang digunakan merupakan pisau dapur yang biasa digunakan untuk memotong daging.

Berat pisau itu bertumpu pada mata pisau, sementara gagangnya yang terbuat dari kayu lebih ringan. Artinya, apabila Mardi melempar dengan memegang gagangnya, peluang pisau itu tertancap saat mengenai sasaran lebih besar. Namun, posisi melempar juga harus tepat. Faktor keseimbangan juga memengaruhi.

Dari prarekonstruksi itu, Mardi memeragakan gerakan melempar pisau dengan memegang gagangnya. Pisau itu dilempar dengan cara menyamping. Artinya, peluangnya tertancap dan mengenai langsung ke sasaran kian mengecil. Dari foto jenazah korban, luka pisau itu vertikal.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 16 Januari 2021 13:14

Pembentukan Kotawaringin Raya Perlu Kajian Baru

PALANGKA RAYA – Kajian terkait pembentukan Provinsi Kotawaringin Raya, pemekaran…

Sabtu, 16 Januari 2021 12:56

Perahu-Perahu Triplek Bocah Bantaran

Mereka tidak pernah bisa pergi jauh dari Sungai Arut. Pagi,…

Jumat, 15 Januari 2021 17:56

Duhhh..!!! Penanganan Covid-19 Kian Berat

SAMPIT – Penanganan pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur…

Jumat, 15 Januari 2021 14:23

Pembangunan Gedung Sampit Expo Molor

SAMPIT – Proyek multiyears pembangunan Gedung Sampit Expo yang ditargetkan…

Jumat, 15 Januari 2021 11:19

Sekolah Pinjamkan Gawai untuk Peserta Didik Tidak Mampu

Pandemi Covid-19 berdampak pada ancaman krisis multidimensi. Tidak hanya bermuara…

Jumat, 15 Januari 2021 09:23

Jelang Vaksinasi Covid-19 Tim KIPI Kotim Disiapkan

SAMPIT- Jelang pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Pemkab Kotim…

Kamis, 14 Januari 2021 17:41

Kebijakan Pemerintah Mendadak Berubah

PALANGKA RAYA – Pemerintah Pusat mengambil kebijakan secara mendadak terkait…

Kamis, 14 Januari 2021 12:15

Hilang Sepekan, Kakek Ditemukan Mengambang

NANGA BULIK – Warga Desa Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten…

Kamis, 14 Januari 2021 10:06

Bahaya Nih!!! Ada yang Buang Limbah Medis di Depo Sampah

SAMPIT – Sampah medis ditemukan di depo sampah samping Bintang…

Kamis, 14 Januari 2021 09:21

AWAS!!! Retribusi Parkir di Sampit Rawan Bocor

SAMPIT - Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers