SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Senin, 06 Juli 2020 15:43
Bisnis Haram Ngajak Anak, Enam PSK dan Tiga Pemilik Warung Remang-Remang Disikat
DIAMANKAN: Pekerja seks komersial dan pemilik warung remang-remang yang terjaring operasi petugas dibina dan diminta tak menjalankan bisnis haramnya lagi, Sabtu (4/7) malam lalu.(IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP Kotim, dan Pemkab Kotim, menjaring pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di Jalan Mohammad Hatta, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu (4/7) malam. Ironisnya, seorang wanita penghibur diketahui membawa anak sambil menjalankan bisnis prostitusi itu.

Terjaringnya sejumlah PSK itu berasal dari laporan masyarakat bahwa di wilayah tersebut kembali dibangun warung remang-remang yang diduga dijadikan tempat bisnis haram. Rata-rata, PSK yang terjaring razia berusia 50 tahun.

”PSK yang terjaring razia ada enam orang. Satu di antaranya ada bekerja sambil membawa anaknya yang masih kecil,” kata Camat Mentawa Baru Ketapang, Sutimin, Minggu (5/7).

Selain para PSK, tiga pemilik warung remang-remang di wilayah setempat juga diamankan petugas gabungan. Mereka dianggap membandel karena membangun kembali tempat prostitusi berkedok warung kopi.

”Informasi yang kami terima dari masyarakat, pemilik warung itu terindikasi sebagai tempat untuk melakukan transaksi seks. Setelah kami terjun ke lapangan, dugaan masyarakat ternyata memang benar,” bebernya.

Meski menjaring sejumlah orang, Sutimin melanjutkan, penertiban tersebut tak maksimal. Pasalnya, sejumlah sasaran operasi, yakni pemilik warung dan PSK sempat melarikan diri.

”Informasi kegiatan kami bocor, sehingga sasaran lainnya kabur. Sebenarnya ada enam warung yang jadi sasaran operasi kami. Namun, yang terjaring hanya tiga pemilik warung dan PSK-nya.

Tidak menutup kemungkinan yang melarikan diri ini akan kembali lagi dan melakukan kegiatan prostitusi di wilayah tersebut,” ujarnya.

Terkait tiga pemilik warung dan enam PSK yang terjaring, dibawa petugas ke kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang untuk dilakukan pendataan dan dibina. Apabila nantinya pemilik warung dan PSK ini kembali melanggar lagi, tim gabungan akan memberi sanksi berat.

”Kegiatan ini nantinya berlanjut. Untuk itu kami minta kesadarannya dari sekarang,” tandasnya. (sir/ign)


BACA JUGA

Kamis, 14 Agustus 2025 12:17

Tindak Tegas Perusak Fungsi Drainase

SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menegaskan pemerintah…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:17

Prioritaskan Infrastruktur Jalan Pertanian dan Pendidikan

SAMPIT – Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Akhyannoor,…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:24

Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun

SAMPIT – Persaingan antara pasar tradisional dan pasar modern di…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:23

Dukung Rencana BUMD Produksi Air Minum Kemasan

SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menyatakan…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:23

Realisasikan Program Beasiswa Dokter Spesialis

SAMPIT - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim)…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:08

Tindaklanjuti Permohonan Hibah Tanah Pembangunan MAN

SAMPIT - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:05

Dorong Pertamina Gencarkan Sosialisasi Transisi Tabung Elpiji

SAMPIT - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:03

Kembalikan Anggaran Jalan Cempaka Mulia–Pulau Hanaut

SAMPIT – Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur…

Senin, 11 Agustus 2025 11:56

Desak Telusuri Penyewaan Aset Daerah

SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur…

Jumat, 08 Agustus 2025 17:19

Kotim Kaya SDA, tapi Masyarakat Tak Merasakan Dampak Ekonomi

SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menyoroti…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers