MANAGED BY:
SENIN
10 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 13 Juli 2020 15:04
Kebun Pribadi Menjamur, Diduga Mengakali Izin

Luasan Hutan Terus Berkurang

Aktivitas pembukaan lahan baru yang menyebabkan konflik dengan warga Dusun Terobos, Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga.(IST/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

SAMPIT – Aktivitas pembukaan lahan marak terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Alat berat  merangsek masuk dalam hutan belantara di pelosok Kotim untuk melakukan pembersihan hutan lebat. Pembukaan lahan itu disinyalir akan dijadikan areal perkebunan pribadi. Namun, Perkebunan itu disebut-sebut dimotori korporasi.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun mendukung agar tim audit perkebunan di Kotim diaktifkan lagi. DPRD mendukung penuh kebijakan anggaran untuk itu. Pasalnya, disinyalir di lapangan muncul kebun pribadi untuk mengakali aturan. Kondisi itu tidak bisa dibiarkan. Terlebih banyak kebun pribadi di Kotim dimiliki orang dari luar daerah.

”Kami akan mendorong Pemkab Kotim segera mengaktifkan lagi tim audit perkebunan. Ini untuk menginventarisasi perkebunan di Kotim. Apalagi munculnya kebun pribadi di Kotim ini anehnya pemiliknya bukan orang lokal. Mereka dari luar semua. Jadi, mereka hanya titip nama saja. Ini namanya akal-akalan,” kata Rimbun, Minggu (12/7).

Menurutnya, modus munculnya kebun pribadi dengan luasan 25 hektare perorangan itu kerap  ada dalam satu kawasan. Bahkan, jika digabung bisa mencapai ribuan hektare. ”Bisa  juga ini mereka hanya pinjam nama, lalu minta izin ke pemerintah daerah karena kebun pribadi, jadi tidak terlalu rumit urusannya. Nah, modus ini kami harap bisa ditelisik lebih jauh. Jangan-jangan pemodal besar bermain di belakang layarnya,” kata Rimbun.

Diduga kuat menjamurnya kebun pribadi itu berawal dari moratorium perizinan  untuk perkebunan skala besar. Pemerintah tidak menerbitkan izin baru. Lalu disiasati dengan sistem kebun pribadi. Di satu sisi, di Kotim perkebunan pribadi diperbolehkan maksimal 25 hektare per orang.

Hal itu mengacu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 98/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Salah satu yang diatur adalah luas usaha perkebunan sawit dibatasi maksimal 100 ribu hektare untuk perusahaan atau grup perkebunan.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers