MANAGED BY:
KAMIS
03 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 19 Oktober 2020 15:04
Para Buzzer Saling Balas Hancurkan Elektabilitas

Kampanye Hitam Terus Dimainkan

ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA – Media sosial menjadi medan perang sejumlah pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng dalam melancarkan kampanye hitam. Para pendengung (buzzer) berupaya menghancurkan elektabilitas lawan politik paslonnya dengan berbagai isu negatif.

Pengamatan Radar Sampit dalam sebulan terakhir, dua paslon yang berlaga dalam Pilkada Kalteng tak luput dari serangan kampanye hitam. Ada beragam cara yang digunakan pendengung untuk menyebarkan berita negatif lawan paslon yang didukungnya. Rata-rata pendengung menggunakan akun anonim agar keberadaannya sulit dilacak.

Sugianto Sabran, misalnya, beberapa kali diserang dengan isu penggundulan hutan dan dukungan pada pengusaha sawit yang dinilai sebagai biang kerusakan hutan di Kalteng. Demikian pula dengan pasangannya, Edy Pratowo yang diserang dengan tautan berita dugaan korupsi saat menjabat Bupati Pulang Pisau terkait alih fungsi lahan untuk perkebunan sawit.

Dari penelusuran Radar Sampit, isu negatif yang ditebar tak terkonfirmasi. Sebagian besar merupakan opini pribadi tanpa didukung data akurat, termasuk klarifikasi dari pihak terkait dan berkompeten. Selain itu, tautan berita yang menyerang paslon juga tak memenuhi kode etik jurnalistik.

Paslon Ben Brahim-Ujang Iskandar juga tak luput dari operasi penghancuran elektabilitas oleh pendengung. Ben tercatat pernah diserang dengan isu dugaan keterlibatannya dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pimpinan DPRD Kapuas terkait suap pembahasan RAPBD pada 2014 silam.

Bahkan, beberapa waktu lalu, sekelompok massa melakukan aksi di gedung KPK di Jakarta, meminta agar Ben Brahim diseret dalam kasus itu. Video aksi itu diunggah di Facebook dan ditanggapi beragam oleh pendukung Ben-Ujang. Mereka menilai massa yang melakukan aksi merupakan massa bayaran dan isu itu sengaja dimunculkan pada momentum pilkada untuk menjatuhkan Ben.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 02 Desember 2020 17:22

Makin Gawat!!! Bencana Klaster Keluarga, Rumah Sakit Kelimpungan

LONJAKAN kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat kian tak…

Rabu, 02 Desember 2020 14:29

Awas!!! Kafe Jadi Target Operasi Yustisi

SAMPIT–Sejumlah kafe di Kota Sampit menjadi target operasi yustisi dalam…

Rabu, 02 Desember 2020 07:06

BEN-UJANG Janji Bantu Perbaikan Harga Karet dan Rotan

SAMPIT – Harga komoditas andalan karet dan rotan sejauh ini…

Rabu, 02 Desember 2020 07:04

PANTAS Bertekad Berangus Peredaran Narkoba

SAMPIT – Peredaran narkoba yang kian merajalela di Kabupaten Kotawaringin…

Selasa, 01 Desember 2020 16:41

Debat Kedua Pilkada Kotim Emmm..Lumayanlah.!!!

SAMPIT – Pelaksanaan debat kandidat Pilkada Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)…

Selasa, 01 Desember 2020 16:19

Bupati Merasa Dipermalukan, Oknum ASN Manipulasi Data Absensi, Hampir Setahun Tak Bekerja

SAMPIT – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di…

Selasa, 01 Desember 2020 16:16

Satgas Covid-19 Kotim Luruskan Fakta Kematian Dokter Yudha

SAMPIT – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur (Kotim)…

Selasa, 01 Desember 2020 15:41

Medan Berat Jadi Tantangan, Sempat Terjatuh di Kubangan

Selama sepekan Bupati Kotim Supian Hadi mengunjungi sejumlah desa di…

Selasa, 01 Desember 2020 15:39

Ternyata!!! Mi Instan di Tumbang Gagu Hanya Rp 4 Ribu Per Bungkus

SAMPIT – Harga mi instan yang sempat diinformasikan sangat mahal…

Selasa, 01 Desember 2020 10:36

Jalan Tjilik Riwut Dinilai Salah Konsep

SAMPIT-  Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers