MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Selasa, 13 Februari 2018 12:56
Huuuu Payah!!! Dewan Kecewa Kinerja Disdukcapil
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, SAMPIT – Pemilihan Umum (Pemilu) akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang. Pemilihan presiden akan berjalan bersamaan dengan  pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Ketua DPD Golkar Kotim Supriadi memprediksi, akan ada persoalan di Kotim pada Pemilu 2019. Ratusan hingga  ribuan masyarakat berpotensi kehilangan hak pilih.

“Saya melihat pemilu 2019 ini berpotensi menghilangkan hak politik untuk memilih. Jumlah penduduk Kotim berdasarkan pendataan Disdukcapil Kotim justru menyusut, bahkan berada di bawah jumlah penduduk Kabupaten Kapuas,” kata Ketua DPD Golkar Kotim Supriadi  kemarin (12/2).

Pendaftaran pemilih menempatkan data administrasi kependudukan Kemendagri sebagai basis. Padahal, data tersebut tidak update karena tidak semua penduduk yang lahir, mati, dan pindah tempat, dilaporkan. Parahnya lagi, sebagian penduduk di Kotim tidak ber-KTP.  

“Ini saya kira akibat ketidakprofesionalan dari Disdukcapil Kotim untuk jemput bola melakukan perekaman. Saya tegas minta pejabat demikian untuk dievaluasi, di sini saya cenderung melihat ada kesalahan penempatan petugas dan pejabatnya. Mestinya di situ harus ditempati orang yang enerjik untuk jemput bola,” tegas Supriadi yang juga Wakil Ketua DPRD Kotim.

Lain halnya jika DPT pemilu terakhir dijadikan basis data dan data kependudukan sebagai pembanding. “Sebelum terlanjur lebih jauh bermasalah, saya dalam waktu dekat ini akan mengagendakan pemanggilan dinas itu, jangan sampai menghilangkan hak pilih masyarakat karena alasan belum didata,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kotim Rimbun juga kecewa dengan kinerja Disdukcapil Kotim. Disdukcapil dianggap lamban dalam melakukan perekaman penduduk, sehingga bisa berdampak pada kualitas pelaksanaan Pemilu 2019.

Dia juga menyoroti berkurangnya jatah kursi di dapil IV dan dapil V. Anehnya, kursi itu justru dialihkan ke dapil Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan kecamatan Baamang.   

Rimbun mengakui bahwa masyarakat dapil IV dan dapil V itu banyak tidak merekam E KTP. Selain jarak yang cukup jauh juga biaya yang tidak sedikit  untuk mereka ke Sampit hanya  mengurus data kependudukan.

”Bisa sampai Rp 1 juta biaya mereka dari pedalaman hanya untuk urusan perekaman, apalagi saat ini ekonomi mereka sulit. Jadi semestinya pemerintah daerah yang menjemput bola bukan hanya duduk di kantor menunggu,” tegasnya.

Bahkan, anggaran yang diminta oleh dinas selalu mereka kabulkan. “Apalagi yang mereka cari? Soal kebutuhan anggaran, mereka minta, selalu disetujui di DPRD, tapi kerjanya seperti  itu. Apalagi, baru-baru ini ada informasi menyatakan bahwa mereka bulan Maret baru turun ke lapangan. Kenapa tidak mulai sekarang saja, soalnya KPU itu perlu data kependudukan untuk pengalokasian kursi  di setiap dapil,” cetusnya.

Jika diperhatikan, jadwal pemilu 2019 menunjukkan ada tiga tahapan yang memakan waktu lama. Pertama, pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih perlu waktu 8 bulan. Kedua, tahapan pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu, yang perlu waktu 7,5 bulan. Ketiga, pencalonan presiden dan wakil presiden, serta anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, yang perlu waktu 7,5 bulan.

Meski kegiatannya sama, Pemilu 2019 diatur lebih lama. Sebagaimana digariskan oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU No 7/2017) Pasal 167 ayat (6): tahapan penyelenggaraan pemilu dimulai paling lambat 20 bulan sebelum hari pemungutan suara. (ang/yit)

 


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 11:35

Pemilu di Kotim Harus Damai

SAMPIT— Mendekati tahun politik  masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diminta…

Senin, 23 April 2018 11:29

Bupati Minta Dispensasi, Agar Warga Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih

SAMPIT— Hingga saat ini terdata sebanyak 40 ribu masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),…

Minggu, 22 April 2018 22:18

Mahasiswa STIE Sampit Harus Jadi Panutan Kebaikan

SAMPIT- Mahasiswa sebagai pemuda terpelajar diharapkan mampu menerapkan nilai- nilai agama di kehidupan…

Jumat, 20 April 2018 14:58

NAH KAM AE!!! Mini Market Disoroti Pedagang Kecil

SAMPIT – Masih diakui sebagian besar masyarakat, adanya mini market yang tumbuh di Kota Sampit…

Jumat, 20 April 2018 14:43

WOW!!! Jalan Sehat Target 20 Ribu Peserta, Diisi Peluncuran Buku

SAMPIT—Meramaikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di bulan Mei ini, jalan sehat yang akan…

Jumat, 20 April 2018 10:06

Rumah Sakit Harus Siaga Tangani Pasien DBD

SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit diminta siaga menangani lonjakan pasien…

Jumat, 20 April 2018 10:03

Mantap!!! Festival Budaya Habaring Hurung Lestarikan Budaya Asli

SAMPIT – Festival Budaya Habaring Hurung (FBHH) yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…

Kamis, 19 April 2018 12:11

DBD Kembali Serang Warga Ketapang

SAMPIT – Demam berdarah dengue (DBD) kembali menjangkiti warga Mentawa Baru Ketapang. Hingga pertengahan…

Kamis, 19 April 2018 09:34

MEMPRIHATINKAN!!! Masyarakat Tak Segan Lagi Saling Hujat

PALANGKA RAYA - Lunturnya semangat kebhinekaan menjadi perhatian serius anggota DPR RI Rahmat Nasution…

Kamis, 19 April 2018 09:22

Perlu Banyak Orang yang Peduli Terhadap Lingkungannya

SAMPIT –  Demi kemajuan daerah perlu lebih banyak orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .