SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

PALANGKA

Selasa, 25 Desember 2018 21:46
Water Front City untuk Palangka Raya Jangka Panjang
RENCANA : Kawasan pinggiran Sungai Kahayan yang berada di lokasi café terapung yang akan di jadikan kawasan water front city.(AGUS FATARONI/RADAR PALANGKA)

PALANGKA RAYA - Konsep penataan pinggiran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan di Palangka Raya, terhitung dari kawasan wisata taman Pasuk Kameloh (Jembatan Kahayan), tugu Soekarno hingga kawasan Pelabuhan Rambang. Rencana ini merupakan mimpi  yang ingin diwujudkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, yakni menciptakan kawasan pinggiran sungai menjadi area “Water Front City” .

Menurut Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, konsep Water Front City bukanlah konsep yang pelaksanaan dengan cepat bisa dilakukan. Melainkan mengikuti skema  jangka panjang  dalam mewujudkannya.

“Penataan ini memang untuk jangka panjang atau kedepannya, walaupun kawasan water  front city sudah ditetapkan namun  memerlukan banyak sinergi  dari berbagai pihak,” ungkapnya, Senin (24/12).

Sinergi itu lanjut Fairid, tentu Pemerintah Kota (Pemkot)  Palangka Raya, akan melakukan penjajakan melalui sebuah konsep perencanaan yang tepat. Sehingga makna dan tujuan yang akan dicapai bisa terpenuhi.

“Intinya perlu memperbanyak koordinasi yang baik, khususnya dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat,” tambahnya.

Fairid juga menjelaskan, untuk mewujudkan kawasan water front city tentu harus memperhatikan aspek-aspek  yang tepat. Seperti kesiapan pada zona pembangunan yang mencakup amdal, penataan kawasan perumahan dan lain sebagainya hingga kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan water front city.

“Yang jelas kita melakukan secara bertahap. Seperti halnya taman Pasuk Kameloh ini, Selanjutnya terus menerus dikoordinasikan  untuk mendapat dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,”imbuhnya.

Sementara itu,  Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Palangka Raya, Imbang menyatakan perencanaan kawasan water  front city  adalah konsep penataan di kawasan bantaran sungai. Perencanaannya akan dilakukan dari kawasan Jembatan Kahayan hingga kawasan Pelabuhan Rambang.

“Ini bagian konsep perencanaan pemerintah kota yang tetap dilakukan  dengan melihat alokasi anggaran dalam melaksanakan proses penataan,”tandasnya. (agf/gus)


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:50

Ratusan PNS Masih Mangkir, Laporkan Harta Kekayaan

<p>SAMPIT &ndash; Sebanyak 240 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers