SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Senin, 10 Februari 2020 15:46
Cap Go Meh Bisa Tarik Wisatawan, Warga Tionghoa di Sampit Berharap Dukungan
SEMBAHYANG: Umat Vihara Karuna Maitreya (VKM) Sampit saat menjalankan ibadah perayaan Cap Go Meh, Sabtu (8/2).(YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Masyarakat Tionghoa di Kabupaten Kotawaringin Timur berharap Pemkab bisa mendukung penuh perayaan Imlek maupun Cap Go Meh. Hal tersebut dinilai mampu menarik wisatawan agar datang ke Kotim.

Perayaan Cap Go Meh 2571 tahun 2020 berlangsung Sabtu (8/2). Cap Go Meh merupakan hari terakhir dari masa perayaan Imlek. Dirayakan pada hari ke-15 dan hari terakhir masa perayaan Tahun Baru Imlek.

Cap Go Meh sedikit berbeda dengan Imlek. Imlek dirayakan dengan sembahyang ke kelenteng atau vihara untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan. Kemudian dilanjutkan dengan berkumpul dan makan bersama keluarga.

Ketua Vihara Karuna Maitreya  (VKM) Sampit Yohanto mengatakan Cap Go Meh sebagai puncak perayaan tahun baru imlek yang jatuh pada tanggal 15 penanggalan Imlek.

"Acara puncak tahun baru di tanggal 15 penanggalan Imlek yang disebut dengan Cap Go Meh. Tata ritual sembahyang Tahun Baru Imlek berbeda dengan ritual sembahyang Cap Go Meh," ujarnya.

Saat menjelang pergantian tahun Cina atau Imlek, ada ritual khusus untuk peninggalan tahun yang lama menyambut tahun baru. Sementara Cap Go Meh secara keseluruhan ritualnya hampir sama dengan ritual sembahyang di vihara umumnya, yakni sembahyang untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan.

Wakil Ketua Vihara Karuna Maitreya Ong Agus menambahkan, perayaan Cap Go Meh adalah  perayaan warga Tionghoa, bukan milik agama tertentu. Perayaan Cap Go Meh di Sampit semakin tidak terasa karena pergeseran zaman.

”Mungkin karena ada yang menganggap perayaan ini milik agama tertentu, jadi perayaan saat ini sudah semakin tidak terasa. Ini yang perlu diluruskan. Perayaan ini merupakan budaya warga Tionghoa," ungkapnya.

Ong Agus bercerita, pada zaman dahulu, tanggal 15 penanggalan Imlek bertepatan dengan bulan purnama. Saat itu ada satu keluarga yang turun ke jalan sambil membawa lentera atau lampion. Kebiasaan itu kemudian berlanjut menjadi festival Cap Go Meh. Festival dilakukan malam hari dengan menyediakan banyak lampion dan aneka lampu warna-warni. Lampion adalah pertanda kesejahteraan hidup bagi seluruh anggota keluarga.

Ketika Cap Go Meh, biasanya akan ada Tarian Barongsai dan Liong (naga). Masyarakat juga bisa makan onde-onde. Sepanjang perayaan, diramaikan dengan kembang api dan petasan. Namun karena zaman yang mulai berubah, kebiasaan itu saat ini sudah jarang dilakukan.

Bagi warga Tionghoa, barongsai merupakan simbol kebahagiaan, kegembiraan, dan kesejahteraan. Sedangkan Liong dianggap sebagai simbol kekuasaan atau kekuatan. Sementara petasan dipercaya dapat mengusir energi negatif dan akan membersihkan seluruh lokasi yang dilalui Barongsai.

Perayaan Cap Go Meh di beberapa daerah di Indonesia juga berlangsung sangat meriah. Salah satunya di Pontianak. Pontianak menjadi salah satu daerah yang banyak dipilih wisatawan untuk menyaksikan Cap Go Meh. Ada rangkaian kegiatan yang berlangsung untuk memeriahkan Cap Go Meh, seperti karnaval arak-arakan naga.

Yohanto berharap perayaan Imlek maupun Cap Go Meh di Sampit bisa meriah seperti di Pontianak. Dia juga berharap ada dukungan dari Pemkab Kotim untuk mewujudkannya. Sebab, hal itu dapat menarik wisatawan datang ke Sampit.

”Harapannya, kalau bisa warga Tionghoa di Sampit ke depannya membuat perkumpulan bersama mengadakan event, seperti Imlek atau Cap Go Meh. Menghidupkan kembali tradisi budaya Tionghoa untuk menarik wisatawan," ujar Yohanto.

Menurutnya, masing-masing bisa menampilkan kesenian seperti barongsai, liong,  festival lampion, dan bisa juga menghadirkan budaya lain, seperti reog atau budaya lokal warga asli Sampit. Dengan demikian, diharapkan akan semakin mempererat kebersamaan masyarakat. (yn/ign)

 


BACA JUGA

Kamis, 03 April 2025 16:37

Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menyerahkan Laporan…

Kamis, 03 April 2025 16:36

Semangat Kebersamaan di Hari Kemenangan

SAMPIT – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah,…

Kamis, 03 April 2025 16:36

Apresiasi Mudik Gratis, Berharap Kuota Bertambah

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengapresiasi program mudik gratis…

Kamis, 03 April 2025 16:35

Kerja Keras Terangi 25 Desa Belum Nikmati Listrik

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus berupaya…

Kamis, 03 April 2025 15:53

Pastikan Lokasi Wisata Kondusif

SAMPIT – Pada hari kedua Lebaran 1446 Hijriah, Selasa (1/4),…

Kamis, 03 April 2025 15:52

Pemuda Kotim Dilibatkan dalam Pembangunan

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin serius dalam…

Kamis, 03 April 2025 15:52

Disdukcapil Kotim Tetap Buka Layanan di Libur Lebaran

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 03 April 2025 15:51

Instruksikan Kawal RPJMD 2025-2029

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menegaskan pentingnya pengawalan…

Jumat, 28 Maret 2025 16:02

Imbau Warga Waspada Selama Mudik Lebaran

SAMPIT – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah yang tinggal…

Jumat, 28 Maret 2025 16:02

Fokus Jaga Stabilisasi Harga

SAMPIT – Saat harga bergejolak menjelang Hari Raya Idulfitri 1446…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers