MANAGED BY:
RABU
20 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Selasa, 12 Januari 2021 10:37
Mengaku Jadi Korban Kriminalisasi, Petani Sawit Ini Surati Presiden dan Menkopulhukam
JALANI SIDANG: Abdul Fatah saat keluar dari ruang sidang di Pengadilan Negeri Sampit bersama Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Seruyan, Senin (11/1).(RADO/RADAR SAMPIT)

”Mudah-mudahan pengalihan itu dikabulkan majelis dalam sidang Rabu (13/1) nanti,” ucapnya.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Seruyan Arwan mengatakan, sidang selanjutnya tinggal menunggu agenda pembacaan putusan sela. ”Kami sudah mengajukan tanggapan atas nota keberatan dari kuasa hukum terdakwa," ucap Arwan.

M Abdul Fatah didakwa dengan Pasal 92 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 92 Ayat (1) Huruf b UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Perusakan Hutan. Perbuatan itu berawal pada Juni 2020 di kilometer 31 Jalan Sarapatim, Desa Ayawan, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan. Terdakwa memiliki lahan dengan cara membeli pada Abdul Hadi, kemudian membuka lahan menggunakan ekskavator untuk mengganti lahan sawit lama dengan yang baru serta membuat jalan. Dari lahan seluas 12,3 hektare, yang digunakan hanya seluas 12 hektare ditanami sawit yang berumur 2 bulan. Lahan itulah yang dinyatakan masuk kawasan hutan.

Sementara itu, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (BPPLHK) Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah I Palangka Raya enggan menanggapi pertanyaan terkait kasus itu. Setelah keluar dari ruang sidang perdata terkait gugatan yang diajukan Abdul Fattah, perwakilan hukum  BPPLHK yang sebagian dari Kementerian LHK enggan berkomentar.

Sikap tertutup dari BPPLHK bukan kali pertama. Dalam sidang sebelumnya pun mereka menolak dimintai komentarnya terkait penetapan Abdul Fatah sebagai tersangka tersebut.

Kuasa hukum Abdul Fatah Rendha Ardiansyah mengatakan, dalam sidang gugatan perdata yang diajukan Abdul Fatah, pihaknya menyampaikan resume dan usulan perdamaian. Usulan perdamaian tersebut didasari pihak balai mengakui tanah yang digarap Abdul Fatah masuk dalam program TORA.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 20 Januari 2021 16:04

Aktivitas Hitam Peredaran Narkoba Terdeteksi, Sabu 1,7 Kilogram Gagal Masuk Sampit

NANGA BULIK – Kabut misteri menyelimuti peredaran narkoba di Kabupaten…

Rabu, 20 Januari 2021 15:40

Berupaya Menularkan Kebaikan, Terkumpul hingga Rp 22 Juta

Bencana banjir yang menimpa Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi perhatian…

Rabu, 20 Januari 2021 09:33

Wilayah Hulu Kotim Rawan Banjir, Perlu Siaga Penanganan Sejak Dini

SAMPIT - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson…

Rabu, 20 Januari 2021 09:26

Jalan Lingkar Ditangani Secara Konsorsium

SAMPIT - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)…

Selasa, 19 Januari 2021 17:25

Ini Nih Salah Satu Biang Kerok Kerusakan Jalan dalam Kota

SAMPIT – Hancurnya jalan dalam Kota Sampit yang menelan sejumlah…

Selasa, 19 Januari 2021 17:20

Tolak Pembentukan Provinsi Kotawaringin

PALANGKA RAYA – Rencana pemekaran Provinsi Kalteng dengan pembentukan daerah…

Selasa, 19 Januari 2021 09:06

ASTAGA!!! Masih Ada yang Buang Limbah Medis Sembarangan

SAMPIT – Limbah medis masih dibuang sembarangan di depo sampah.…

Senin, 18 Januari 2021 15:24

Jalan Rusak Telan Korban, Pengendara Motor Dilarikan ke Rumah Sakit

SAMPIT – Rusaknya Jalan HM Arsyad yang menghubungkan Sampit -…

Senin, 18 Januari 2021 12:12

Berperahu, Maling Jarah Rumah Korban Banjir

BANJARBARU – Presiden Joko Widodo, hari ini (18/1) berencana meninjau…

Senin, 18 Januari 2021 10:18

Tahap Pertama, 10 Tokoh di Kotim akan di Vaksin

SAMPIT- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan melakukan pencanangan vaksin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers